JICT Uji Pemulihan Operasi Hadapi Gangguan Siber

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memperkuat ketahanan siber melalui pelaksanaan Cyber Incident Response & CBDR Drill 2026. Latihan ini menguji kesiapan JICT menghadapi gangguan siber sekaligus memastikan operasional terminal dapat kembali berjalan dengan cepat.

Mengusung tema “21 Hours to Recover – From Incident to Recovery”, kegiatan tersebut menguji proses pemulihan secara menyeluruh, mulai dari sistem teknologi hingga keberlanjutan operasi dan komunikasi krisis.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan, ketahanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab teknologi informasi, tetapi juga merupakan bagian dari ketahanan operasional terminal.

“Yang diuji bukan hanya seberapa cepat sistem dipulihkan, tetapi seberapa cepat organisasi mengambil keputusan, menjaga operasi tetap terkendali, mengelola komunikasi, dan memastikan layanan kembali berfungsi secara end-to-end,” ujar Ade di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, sistem yang kembali aktif belum otomatis menandakan layanan telah pulih sepenuhnya. Pemulihan harus melalui proses validasi hingga tingkat pengguna dan proses bisnis.

Validasi mencakup aplikasi, database, konektivitas, integrasi hingga transaksi operasional untuk memastikan seluruh layanan berjalan sebagaimana mestinya.

Latihan ini juga melibatkan koordinasi antara JICT dan TPK Koja untuk menguji konektivitas serta integrasi layanan antarsistem.

Selama pelaksanaan drill, waktu pemulihan dipantau menggunakan parameter Recovery Time Objective (RTO) dengan target maksimal 21 jam.

Ade menegaskan, kesiapan menghadapi gangguan siber harus dibangun dan diuji sebelum insiden terjadi.

“Tujuan kami sederhana: ketika gangguan terjadi, setiap orang memahami perannya, keputusan dapat diambil dengan cepat, operasi tetap terkendali, dan JICT mampu pulih sebagai satu organisasi,” pungkasnya.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *