Kementerian UMKM Perluas Pasar UMKM Terdampak Bencana

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by Tokopedia memfasilitasi landing page UMKM Sumatera Bangkit untuk memperluas akses pasar sekaligus mendukung pemulihan usaha terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sosialisasi pemanfaatan landing page tersebut dilakukan melalui Klinik UMKM Bangkit di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis (17/9), dan secara paralel di Aceh Utara serta Aceh Tamiang.

Bacaan Lainnya

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya mengatakan, fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan UMKM dengan membuka akses pemasaran yang lebih luas.

“Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana,” ujar Ari.

Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM terdampak bencana telah bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit. Sebanyak 2.128 produk lokal telah ditampilkan dengan mencapai 40,63 juta transaksi senilai lebih dari Rp32 juta.

Menurut Ari, capaian tersebut menunjukkan landing page dapat menjadi kanal pemasaran bagi UMKM di tiga provinsi terdampak bencana untuk menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan peluang penjualan.

“Karena itu, UMKM terdampak bencana harus berani masuk ekosistem digital dan e-commerce untuk memperluas pasar. Konsumen kini semakin mengandalkan belanja daring,” katanya.

Pendaftaran landing page UMKM Sumatera Bangkit terbuka bagi pelaku usaha dari tiga provinsi terdampak bencana. Pemilik usaha harus terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB).

Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop Surya Sastriando turut memberikan pendampingan mengenai pembuatan akun marketplace, cara bergabung dalam landing page dan kampanye Beli Lokal, serta strategi promosi untuk menarik konsumen.

Produk yang dipasarkan harus merupakan produk lokal. Pelaku usaha selanjutnya membuat akun penjual di Tokopedia atau TikTok Shop dan mengisi formulir registrasi yang disediakan platform.

Selain akses pemasaran digital, Kementerian UMKM mengaktifkan Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi terdampak bencana. Klinik tersebut memberikan pendampingan terkait pembiayaan, pemasaran, dan produksi hingga usaha kembali pulih.

Sejumlah pelaku UMKM mengapresiasi pendampingan tersebut. Jarjani, pemilik usaha garam dari Desa Lancang Paru, Pidie Jaya, mengaku terbantu dalam proses pemulihan usahanya.

Hal serupa disampaikan Bagas Pradipta, pemilik usaha kopi di Desa Meureuduyang. Menurutnya, pendampingan pemasaran digital memberikan wawasan baru untuk memperluas jangkauan produk.

“Lewat sosialisasi ini, saya jadi bisa mendapatkan wawasan tentang cara pemasaran produk yang lebih luas,” ujar Bagas.

Sementara itu, Khairunisa, penjual risol sayur dari Blang Cut, Pidie Jaya, menilai landing page UMKM Sumatera Bangkit dapat menjadi kanal tambahan untuk memasarkan produknya sekaligus membantu menjaga harga jual sesuai kondisi pasar.

Setiap Klinik UMKM Bangkit dilengkapi tiga tenaga pendamping yang membantu UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan modal, memastikan usaha yang masih berproduksi mendapatkan akses pasar, serta mencari solusi bagi usaha yang produksinya terhenti akibat bencana.

Pemerintah Aceh juga mendukung pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit dan menyatakan kesiapan berkontribusi dalam berbagai program pemulihan ekonomi bagi UMKM terdampak bencana.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan platform digital diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperluas akses pasar sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak kembali bergerak.

“Klinik UMKM Bangkit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin agar UMKM kembali pulih. Sementara fasilitas landing page akan memperluas jangkauan pembelian produk-produk UMKM yang terdampak bencana,” kata Ari.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *