Revitalisasi SMA Swasta Afore Susua Wujudkan Sekolah Layak

FACEINDONESIA.CO.ID- Mimpi SMA Swasta Afore Susua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, untuk memiliki bangunan sekolah yang layak akhirnya terwujud melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapatkan dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Bacaan Lainnya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi tahun 2026 diarahkan kepada sekolah yang membutuhkan dukungan, terutama sekolah di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, serta sekolah yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan anak-anak di mana pun mereka berada tetap mendapatkan tempat belajar yang layak. Karena itu, revitalisasi tahun ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana,” ujar Abdul Mu’ti.

Di Kabupaten Nias Selatan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 menyasar 106 satuan pendidikan dengan total bantuan sekitar Rp118,7 miliar.

Bantuan tersebut meliputi 30 PAUD senilai Rp16,3 miliar, 46 SD Rp54,6 miliar, 18 SMP Rp34,7 miliar, 6 SMA Rp7,8 miliar, dan 6 SMK Rp5,3 miliar.

SMA Swasta Afore Susua menjadi salah satu penerima bantuan. Sekolah yang berada di Kecamatan Susua itu mendapatkan dana revitalisasi sebesar Rp1.103.448.000 untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna beserta perabotnya. Hingga saat ini, progres revitalisasi telah mencapai 72 persen.

Kepala SMA Swasta Afore Susua, Esti Jefriani Giawa, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, sekolah yang berdiri sejak 2006 itu merupakan sekolah pertama jenjang SMA di Kecamatan Susua.

Sekolah didirikan oleh yayasan karena saat itu akses pendidikan tingkat SMA bagi anak-anak di wilayah tersebut masih terbatas.

“Dengan bangunan seadanya dan fasilitas alakadarnya, sekolah ini dibangun dengan tujuan membantu putra-putri daerah Kecamatan Susua mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” kata Esti.

Selama hampir dua dekade, SMA Swasta Afore Susua telah meluluskan hampir 2.000 alumni yang kini berkontribusi di masyarakat. Namun, sebelum direvitalisasi, sejumlah ruang kelas berada dalam kondisi memprihatinkan.

Atap mengalami kebocoran, plafon rusak, sementara lantai, jendela, dan pintu juga membutuhkan perbaikan.

Setelah revitalisasi berjalan, perubahan mulai terlihat. Ruang belajar yang sebelumnya rusak kini menjadi lebih kokoh, rapi, dan layak digunakan. Meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, para siswa dan guru sudah tidak sabar menempati ruang kelas yang telah direhabilitasi.

“Mimpi kami untuk bisa mendapatkan bangunan yang layak dan fasilitas yang layak telah terwujud pada tahun 2026 ini atas program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami,” ungkap Esti.

Ia mewakili civitas akademika, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua murid menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, serta Kemendikdasmen atas dukungan revitalisasi tersebut.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan proses belajar dan mendukung pemerataan pendidikan bermutu bagi anak-anak di wilayah 3T.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *