FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi kualitas pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, serta pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berbasis kompetensi PISA (Program for International Student Assessment).
Praktik baik penerapan pembelajaran berbasis kompetensi PISA tersebut terlihat di SMPN 9 dan SMAN 5 Yogyakarta melalui berbagai inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi siswa.
Kepala SMPN 9 Yogyakarta, Agus Margono, mengatakan sekolahnya menerapkan Program Pendampingan Literasi dan Numerasi yang berfokus pada penguatan kemampuan siswa berbasis kompetensi PISA.
“Program ini diwujudkan melalui pengintegrasian soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam asesmen harian serta penguatan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM,” ujar Agus.
Menurutnya, penerapan program tersebut berdampak positif terhadap pola pikir dan daya kritis siswa. Siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mampu menganalisis persoalan lingkungan dan sosial di sekitar mereka dengan pendekatan logis dan matematis.
Program tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan capaian Asesmen Nasional pada indikator literasi dan numerasi, serta bertambahnya siswa yang meraih prestasi dalam kompetisi sains dan teknologi.
Untuk mengoptimalkan pembelajaran STEM, SMPN 9 Yogyakarta meningkatkan kapasitas guru melalui Komunitas Belajar internal dan in-house training mengenai modul ajar interaktif. Sekolah juga mendorong kolaborasi lintas mata pelajaran, seperti IPA, Matematika, dan Informatika.
Sementara itu, SMAN 5 Yogyakarta mengembangkan kegiatan Literasi Terpadu yang mencakup literasi digital, budaya dan kewargaan, sains, finansial, serta numerasi. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kecakapan abad ke-21.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 5 Yogyakarta, Rizky Puspitadewi, menjelaskan penguatan literasi tidak hanya dilakukan melalui pembiasaan mingguan, tetapi juga diintegrasikan dalam evaluasi pembelajaran.
“Penguatan dilakukan melalui pembiasaan penulisan dan pengerjaan soal-soal berbasis literasi dan numerasi pada setiap asesmen sekolah,” tuturnya.
Konsistensi program tersebut turut tercermin dalam indikator Rapor Pendidikan Sekolah, dengan capaian domain literasi dan numerasi yang berhasil mencatatkan serta mempertahankan hasil terbaik secara konsisten.
Selain itu, SMAN 5 Yogyakarta meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan Implementasi Pembelajaran STEM, Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial. Sekolah juga menyediakan media serta bahan ajar pendukung untuk berbagai proyek STEM.
Penguatan kompetensi siswa tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga soft skills dan karakter melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Pada kegiatan kokurikuler, siswa mengikuti proyek bertema Rekayasa dan Teknologi serta Inovasi Kewirausahaan.
Siswa dilatih berpikir kritis dan kreatif melalui brainstorming bersama narasumber berpengalaman. Sementara melalui Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Klub Robotik, siswa mengembangkan kemampuan berinovasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, Kemendikdasmen terus memperkuat transformasi kualitas pendidikan melalui pendekatan Belajar Mendalam yang mendorong pembelajaran lebih sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).
Pendekatan tersebut didukung penguatan kompetensi guru di bidang AI, coding, STEM, dan pendidikan karakter, pengembangan tata kelola data pendidikan, revitalisasi satuan pendidikan, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang lebih interaktif.(ZID)






