Bulog Salurkan 150 Ribu Ton Jagung untuk Peternak

FACEINDONESIA.CO.ID- Perum Bulog mendapat penugasan tambahan untuk menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peternak dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sekaligus mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kemarau.

Penugasan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026 serta Surat Bapanas Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP jagung di tingkat konsumen.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, tambahan penyaluran tersebut merupakan salah satu hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan terkait pengelolaan dan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar 7 September 2026.

“Dengan kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga akhir tahun, kami siap menjalankan penugasan tersebut dengan memastikan jagung pakan tersedia stoknya,” ujar Ahmad di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Untuk target SPHP jagung 2026 sebesar sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi telah mencapai 159,3 ribu ton atau 66,05 persen.

Menurut Ahmad, penguatan SPHP jagung penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam usaha peternakan. Ketersediaan jagung dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak serta stabilitas ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

Bulog akan terus berkoordinasi dengan Bapanas, pemerintah daerah, koperasi dan pemangku kepentingan terkait agar penyaluran SPHP jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.

Program SPHP jagung pakan 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei dengan total kuota 213,2 ribu ton. Kuota tersebut diperuntukkan bagi peternak skala mikro, kecil dan menengah.

Sebelumnya, Kepala Bapanas Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan terus memastikan ketersediaan jagung bagi peternak unggas. Bulog juga telah diarahkan untuk melayani kebutuhan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis.

Bapanas menetapkan harga jagung pakan sebesar Rp5.000 per kilogram di Gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian. Untuk wilayah sentra produksi, penyaluran mempertimbangkan periode panen raya, harga di tingkat petani dan harga di tingkat peternak agar tidak berdampak negatif terhadap harga jagung di daerah setempat. (ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *