FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan potensi dan tata kelola pelaksanaan DAM Haji jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan Kemenhaj RI di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Pertemuan membahas peluang pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, termasuk pemanfaatan daging dam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS siap memfasilitasi penunaian DAM Haji jemaah Indonesia di Tanah Air.
Menurut Sodik, besarnya potensi DAM dari jemaah haji Indonesia jika dapat dilaksanakan di Indonesia akan memberikan manfaat yang lebih luas. Salah satunya melalui pemanfaatan daging DAM untuk mendukung program perbaikan gizi dan penanganan stunting.
“Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak,” ujar Sodik.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyambut baik rencana tersebut. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan aspek hukum, syariah, kesehatan hewan, regulasi, serta fatwa yang berlaku.
Ia mengatakan, ketentuan mengenai DAM perlu dikaji secara komprehensif, termasuk metodologi penentuan hukum. Dengan demikian, terdapat ruang pembahasan mengenai kemungkinan pelaksanaan pembayaran atau penunaian DAM di Tanah Air maupun di Arab Saudi sesuai ketentuan dan keyakinan jemaah.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan menyampaikan, BAZNAS juga siap menerima daging DAM yang telah diolah di Arab Saudi untuk dikalengkan dan disalurkan melalui jaringan BAZNAS di berbagai daerah.
“Posisi BAZNAS adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia,” ujar Rizaludin.
Rizaludin memperkirakan, jika skema tersebut terealisasi, daging DAM yang diolah dan dikemas berpotensi mencapai sekitar 4-5 juta kaleng. Jumlah tersebut dinilai dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya korban bencana dan penerima program perbaikan gizi.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Evaluasi Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, M.Si., Deputi I BAZNAS RI H. Arifin Purwakananta, M.Ikom., serta Stafsus BAZNAS RI Umar Hadi Gumilar, S.Pd.(SAN)






