KAI Layani 307,86 Juta Pelanggan, Transportasi Publik Makin Relevan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah pelanggan KAI Group mencapai 307.860.743 orang sepanjang Januari–Juli 2026. Angka tersebut meningkat 8,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 284.202.884 pelanggan.

Peningkatan ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh sekaligus memperkuat kebutuhan terhadap moda transportasi berkapasitas besar, efisien, dan mampu melayani banyak perjalanan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, satu rangkaian kereta secara ilustratif dapat menggantikan sekitar 160 mobil atau 560 sepeda motor. Sementara itu, perjalanan kereta penumpang menghasilkan sekitar 41 gram CO₂ per penumpang per kilometer.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pembahasan mengenai transportasi rendah emisi semakin dekat dengan kehidupan masyarakat karena setiap perjalanan berkaitan dengan pilihan moda, kapasitas, waktu, dan penggunaan energi.

“Yang dibutuhkan masyarakat pada akhirnya sederhana, yakni perjalanan yang mudah dan nyaman. Ketika satu rangkaian dapat membawa banyak orang dalam satu waktu, manfaatnya ikut terasa pada penggunaan ruang dan energi yang lebih efisien,” ujar Anne.

Seiring tingginya volume perjalanan, KAI juga terus memperhatikan pengelolaan energi di lingkungan operasional. Hingga akhir 2025, KAI telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi dengan total kapasitas 4.430,65 kWp atau sekitar 4,43 MWp.

Pengembangan PLTS tersebut menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi KAI dengan target penurunan emisi sekitar 166.873 ton CO₂e pada 2030.

Upaya efisiensi juga dilakukan melalui pengelolaan air. Pada 2025, konsumsi air KAI tercatat 716,30 megaliter, turun 203,93 megaliter atau 22,16 persen dibandingkan 920,23 megaliter pada 2024.

Pengelolaan sumber daya tersebut berjalan seiring dengan pemanfaatan biodiesel, pengelolaan limbah, serta penyediaan fasilitas untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Menurut Anne, peningkatan jumlah perjalanan menjadi pengingat bahwa tantangan mobilitas ke depan bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga memastikan kapasitas tersebut digunakan secara lebih efisien.

“Semakin tinggi kebutuhan perjalanan, semakin penting menghadirkan moda yang mampu membawa banyak orang secara efisien. Di situlah transportasi publik memiliki ruang yang semakin besar dalam mendukung mobilitas masyarakat,” katanya.

KAI melihat pola perjalanan masyarakat akan terus berkembang seiring pertumbuhan kota, aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan pariwisata. Karena itu, penguatan transportasi publik berkapasitas besar menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan mobilitas dengan penggunaan ruang dan energi yang lebih terkendali.

“Kereta api akan terus mengambil peran dalam menghadirkan perjalanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini, sekaligus lebih siap menghadapi kebutuhan mobilitas pada masa mendatang,” tutup Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *