FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, langkah perbaikan telah dilakukan sejak pascakejadian dan terus berjalan selama proses investigasi. Setelah laporan akhir KNKT diterima, enam rekomendasi yang ditujukan kepada KAI langsung ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.
“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby.
Enam rekomendasi KNKT tersebut mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya.
Tindak lanjut dilakukan melalui penyempurnaan prosedur, peningkatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian terhadap aspek operasional yang direkomendasikan KNKT.
Bobby menegaskan, KAI tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk kooperatif serta transparan kepada pihak berwenang. KAI juga memastikan pegawai yang menjalani proses hukum mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan. Di saat yang sama, kami juga hadir untuk mendampingi pegawai kami yang sedang menjalani proses tersebut,” kata Bobby.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, selama masa investigasi, KAI juga menjalankan sejumlah langkah keselamatan di lapangan.
Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang. Hingga 23 Juli 2026, seluruh target tersebut telah terealisasi.
Percepatan kemudian dilanjutkan melalui program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas tahun 2026 yang tersebar di 9 Daop dan 4 Divre di Jawa dan Sumatra.
Penanganan mencakup pemasangan gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, penyediaan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), serta pemasangan pintu perlintasan.
Berdasarkan pembaruan per 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berjalan di 183 dari 190 lokasi, sedangkan pekerjaan modular tercatat pada 69 lokasi. Pekerjaan rambu telah dilakukan di 26 lokasi, palang pintu di 2 lokasi, dan alat komunikasi di 87 lokasi.
Untuk mendukung operasional di 190 titik tersebut, KAI menyiapkan 748 PJL yang telah tersertifikasi. Khusus di JPL 86 Bekasi Timur, KAI telah menyelesaikan pembangunan pos jaga serta pemasangan rambu, palang pintu, dan alat komunikasi. Perlintasan tersebut juga telah dioperasikan.
Selain peningkatan fasilitas, KAI terus melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang 2022-2025, KAI mencatat 6.259 pelaksanaan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 1.024 penutupan perlintasan sebidang liar dan rawan, serta 988 kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan tempat ibadah.
Sebanyak 2.646 spanduk peringatan juga telah dipasang di perlintasan rawan selama periode 2022 hingga Juni 2024.
“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Anne.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KAI memperkuat keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat di sekitar jalur dan perlintasan sebidang.(ZID)






