FACEINDONESIA.CO.ID-Perilisan Penelusuran Tamatan (_Tracer Study_) SMK 2026, kembali menjadi upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menguatkan data terkait perjalanan lulusan kejuruan pasca menempuh pendidikan di SMK. Pada tahun ini, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyempurnakan tiga instrumen Penelusuran Tamatan SMK guna meraih data yang lebih valid dan terukur.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin mengatakan bahwa pelaksanaan Penelusuran Tamatan SMK 2026 akan memetakan berbagai indikator penting. Antara lain yaitu persentase lulusan yang bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, waktu tunggu memperoleh pekerjaan pertama, serta tingkat kesesuaian antara pekerjaan yang diperoleh dengan kompetensi yang dipelajari selama di SMK.
“Semakin akurat dan mutakhir data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun. Pada akhirnya, seluruh upaya ini akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan vokasi, meningkatkan besarnya peluang lulusan SMK untuk terserap di dunia kerja, dan mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ucap Dirjen Tatang, di Jakarta, Kamis (30/7).
Mengakhiri sambutannya, Dirjen Tatang mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Penelusuran Tamatan SMK 2026 sebagai gerakan bersama dalam membangun pendidikan vokasi yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Keberhasilan program ini menurutnya membutuhkan kolaborasi mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, balai vokasi, sekolah, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, dinas ketenagakerjaan, dunia usaha dan dunia industri, serta para lulusan SMK.
“Kami mengajak kepada Kepala SMK di Indonesia untuk menjadikan program sebagai budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan. Data ini saya harap tidak berhenti hanya sebagai laporan statistik, namun menjadi umpan balik untuk memperbaiki proses pembelajaran, memperkuat kemitraan dengan dunia industri, serta memastikan kompetensi yang diajarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Dirjen Tatang.
Terkait dengan penyempurnaan instrumen, Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan penyempurnaan yang mencakup beberapa beberapa aspek penting. Di antaranya yaitu penambahan indikator mengenai persepsi dunia industri terhadap lulusan SMK sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kualitas lulusan.
Selain itu, metodologi sampling dijelaskannya juga telah diperbaiki melalui penambahan jumlah sampel, sehingga data yang diperoleh diharapkan mampu merepresentasikan kondisi populasi secara lebih akurat. Selanjutnya, pengembangan juga dilakukan pada aplikasi pendukung sebagai penyempurnaan dari sistem yang telah digunakan sebelumnya, guna meningkatkan efektivitas dan kemudahan pelaksanaan pendataan.
Lebih lanjut, mekanisme verifikasi juga diterapkan guna menjaga validitas dan reliabilitas data yang dihimpun. Di samping itu, Arie menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai lintas kementerian dan lembaga agar seluruh pemangku kepentingan memiliki kesamaan pemahaman dan mendukung pelaksanan program secara optimal.
“Kami berharap dari pelaksanaan ini akan tercipta kesamaan persepsi di antara seluruh pelaksana di lapangan. Dengan demikian, pelaksanaan Penelusuran Tamatan SMK 2026 dapat berlangsung secara lancar, efektif, dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan vokasi,” tutup Arie.(ZID)






