Menteri Dody Targetkan Jalan Gondanglegi-Balekambang Rampung Akhir 2026

Dok.Kementerian Pekerjaan Umum

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan Jalan Gondanglegi–Simpang Balekambang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selesai pada akhir 2026.

Proyek ini diproyeksikan memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata Malang Selatan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya

Saat meninjau lokasi proyek pada Senin (27/7/2026), Dody menegaskan pekerjaan harus diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Jalan ini menjadi akses strategis menuju kawasan wisata pantai di Malang Selatan. Saya berharap pembangunannya berjalan lancar dan selesai sesuai target,” ujar Dody.

Pembangunan ruas Gondanglegi–Simpang Balekambang dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Lot 16A sepanjang 16 kilometer memiliki progres fisik 78,09 persen hingga pertengahan Juli 2026. Proyek senilai Rp183 miliar itu melibatkan 139 tenaga kerja lokal.

Pekerjaan pada Lot 16A meliputi pelebaran dan rekonstruksi jalan, penggantian satu jembatan, rehabilitasi dua jembatan, pembangunan box drainase, serta pemasangan marka dan rambu lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, Lot 16B sepanjang 14,45 kilometer mencatat progres 84,58 persen. Proyek senilai Rp190 miliar tersebut menyerap 159 tenaga kerja lokal.

Lingkup pekerjaannya mencakup pelebaran dan rekonstruksi jalan, penggantian tiga jembatan, rehabilitasi satu jembatan, pembangunan box drainase, serta pemasangan marka dan rambu lalu lintas.

Kementerian PU menilai ruas Gondanglegi–Simpang Balekambang memiliki peran penting sebagai akses utama menuju Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa Timur. Setelah rampung, ruas yang sebelumnya berstatus jalan kabupaten akan diusulkan menjadi jalan nasional.

Dengan peningkatan status tersebut, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, termasuk akses menuju destinasi wisata unggulan seperti Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep, dan Pantai Sendang Biru.

Pemerintah optimistis infrastruktur ini akan memperkuat sektor pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Malang Selatan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *