FACEINDONESIA.CO.ID – PLN Indonesia Power mendukung implementasi Streamlining Portfolio PLN Group sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan operasi dan pemeliharaan (Operation & Maintenance/O&M) pembangkit agar semakin terintegrasi, efisien, dan andal.
Melalui kebijakan tersebut, PLN Indonesia Power Services (PLN IPS) akan bergabung dengan PLN Nusantara Power Services (PLN NPS), PLN Suku Cadang (PLN SC), dan PLN Electricity Services (PLN ES) dalam entitas Generation Services di bawah Subholding O&M Services.
Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat kapabilitas layanan O&M, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Town Hall Meeting Streamlining PLN Group yang digelar di Kantor Pusat PLN Indonesia Power, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri jajaran direksi PLN Indonesia Power dan PLN Indonesia Power Services, serta diikuti pegawai secara luring maupun daring.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah, mengatakan streamlining merupakan bagian dari transformasi PLN Group untuk membangun organisasi yang lebih adaptif, lincah, dan siap menghadapi perkembangan industri ketenagalistrikan.
“Langkah ini menjadi strategi untuk memperkuat sinergi, menyederhanakan proses bisnis, serta mengoptimalkan kapabilitas perusahaan sehingga kualitas layanan dan daya saing terus meningkat. Seluruh proses juga dilakukan secara terbuka agar insan PLN dapat beradaptasi dengan baik,” ujar Julita.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Services, Hari Cahyono, menegaskan pihaknya siap mendukung proses transformasi dengan tetap menjaga keberlangsungan operasional, kualitas layanan, serta hak-hak pegawai.
Menurutnya, streamlining bukan sekadar penggabungan organisasi, melainkan upaya memperkuat daya saing PLN Group melalui layanan O&M yang lebih terintegrasi, responsif, dan kompetitif.
PLN Indonesia Power optimistis implementasi Streamlining Portfolio PLN Group akan memperkuat ekosistem bisnis O&M melalui konsolidasi kapabilitas, optimalisasi sumber daya, dan penyelarasan proses bisnis.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menghadirkan layanan pembangkitan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(ZID)





