FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama dengan produsen robot asal China, Unitree Robotics, guna mempercepat transfer teknologi dan pengembangan industri robotika nasional.
Penjajakan dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, di sela deklarasi pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Dalam kunjungan tersebut, Airlangga menyaksikan demonstrasi robot humanoid dan robot quadruped yang telah dimanfaatkan untuk inspeksi industri, patroli gardu listrik, hingga riset kecerdasan buatan (AI).
Robot quadruped merupakan robot berkaki empat yang mampu beroperasi di medan sulit, sehingga banyak digunakan untuk pekerjaan berisiko tinggi, termasuk di sektor industri dan energi.
Berdasarkan keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Unitree Robotics telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped ke berbagai negara dan menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar global.
“Robotika cerdas dapat meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di sektor pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan nasional,” kata Airlangga.
Selain Unitree Robotics, Airlangga juga mengunjungi Deep Robotics yang mengembangkan robot untuk inspeksi industri, penanganan darurat, dan operasi berisiko tinggi.
Menurut Airlangga, Indonesia perlu mendorong transfer teknologi, perakitan, dan pengembangan rantai pasok robotika di dalam negeri agar sejalan dengan program hilirisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Teknologi robotika dinilai berpotensi mendukung sektor energi, pertambangan, hingga penanganan bencana di wilayah terpencil.
Dalam rangkaian kunjungannya, Airlangga juga bertemu dengan China Information and Communication Technologies (CICT) dan anak usahanya, FiberHome, untuk membahas peluang investasi pusat data (data center) serta infrastruktur komunikasi generasi berikutnya di Indonesia.
Pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan AI dan ekonomi digital di kawasan. Hingga 2026, jumlah pengguna internet telah mencapai sekitar 235 juta orang atau setara penetrasi 81 persen.
Saat ini terdapat 182 pusat data yang beroperasi di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta dan Batam. Pertumbuhan layanan komputasi awan serta AI diperkirakan akan terus meningkatkan kebutuhan kapasitas pusat data sekaligus membuka peluang investasi baru.(ZID)





