FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Evaluasi dilakukan agar setiap personel memiliki dukungan operasional yang memadai sehingga mampu bekerja lebih cepat, aman, dan optimal saat bertugas di lapangan.
Hal itu disampaikan Raja Juli saat memimpin rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan di Kantor Kementerian Kehutanan.
Menurutnya, perlu disusun standar kebutuhan minimum atau Minimum Essential Cost sebagai acuan pemenuhan personel maupun peralatan Manggala Agni.
“Dibuat dari apa yang kita sebut Minimum Essential Cost seperti di pertahanan. Standar minimum ini penting agar Manggala Agni memiliki perlengkapan yang memadai, tidak membahayakan keselamatan petugas, dan peralatan dapat segera tersedia saat dibutuhkan,” ujar Raja Juli.
Selain mengevaluasi kebutuhan peralatan, Kementerian Kehutanan juga meninjau efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di daerah rawan karhutla.
Raja Juli menegaskan seluruh langkah pengendalian harus didasarkan pada kondisi lapangan dan kebutuhan nyata, bukan sekadar perkiraan.
“OMC harus dihitung sesuai kebutuhan. Begitu juga kondisi TMAT di daerah seperti Riau dan Kalimantan Barat harus dipantau secara akurat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan anggaran penanggulangan karhutla dilakukan secara cermat, terukur, dan akuntabel.
Seluruh kebutuhan operasional harus dihitung secara rinci agar anggaran benar-benar mendukung tugas petugas di lapangan.
“Hati-hati dalam menggunakan anggaran, jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi. Hitung secara tepat apa yang benar-benar dibutuhkan oleh petugas di lapangan,” tegasnya.
Raja Juli menambahkan, evaluasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla secara berkelanjutan.
Dengan demikian, Manggala Agni memiliki standar personel, peralatan, dan dukungan operasional yang sesuai dengan tantangan di lapangan.(BRA)





