FACEINDONESIA.CO.ID – InJourney Airports mempercepat transformasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) untuk mendukung target pemerintah membawa bandara tersebut masuk dalam daftar 10 bandara terbaik dunia pada 2029.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R.
Pahlevi mengatakan transformasi telah berjalan sejak 2024 dengan mengusung tiga pilar utama, yakni Premises (infrastruktur berorientasi layanan), People (SDM berstandar global), dan Process (operasional berbasis ekosistem), yang diperkuat pemanfaatan teknologi.
Sejumlah pembenahan yang telah dilakukan antara lain peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F pada 2025, pembukaan kembali Terminal 1C usai direvitalisasi, serta program beautifikasi yang mengantarkan Terminal 3 meraih predikat Bintang 4 Skytrax.
Pada 2026, transformasi berlanjut melalui revitalisasi Terminal 1A. Proyek ini ditargetkan meningkatkan kualitas layanan sekaligus menaikkan kapasitas terminal dari 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun.
Selain itu, pembaruan di Terminal 3 terus dilakukan, mulai dari penataan area komersial, ruang tunggu, area check-in, hingga peningkatan berbagai fasilitas umum.
Pahlevi menuturkan, percepatan transformasi dijalankan melalui tiga program utama, yakni Airport Revitalization & Beautification, Airport Transformation, dan Tactical Recommendation Follow Up.
Program revitalisasi difokuskan pada peningkatan kenyamanan penumpang melalui pembaruan area check-in, boarding lounge, ruang tunggu, serta fasilitas umum seperti toilet dan ruang menyusui.
Sementara itu, program Airport Transformation menghadirkan berbagai layanan berbasis teknologi, seperti self bag drop, bag tracking, sistem penanganan bagasi yang lebih modern, teknologi biometrik, hingga integrasi aplikasi ponsel dengan digital wayfinding untuk memudahkan navigasi di bandara.
InJourney Airports juga membentuk CX Academy guna meningkatkan kualitas pelayanan petugas garis depan agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa.
Di sisi lain, program Tactical Recommendation Follow Up dijalankan untuk menindaklanjuti rekomendasi Skytrax, termasuk pembaruan Flight Information Display System (FIDS), optimalisasi situs web bandara, serta peningkatan pemeliharaan fasilitas.
Pahlevi optimistis transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan memperkuat daya saing Bandara Soekarno-Hatta di tingkat internasional.
Saat ini, peringkat Bandara Soekarno-Hatta di Skytrax terus membaik, dari posisi ke-28 pada 2024, naik ke peringkat ke-25 pada 2025, dan menjadi peringkat ke-22 pada 2026. Target berikutnya adalah menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029.(HER)





