FACEINDONESIA.CO.ID – PTPN I dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan mulai membangun pusat riset dan pembibitan tanaman perkebunan modern di Kabupaten Lampung Selatan. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional.
Inisiatif tersebut diawali dengan diskusi dan peninjauan lokasi di Kebun Kedaton Trikora, PTPN I Regional 7, Lampung Selatan. Kawasan pembibitan direncanakan mencapai sekitar 100 hektare dan dikembangkan secara bertahap. Pada fase pertama, pembangunan difokuskan di lahan seluas 5 hektare.
Rapat dipimpin Sekretaris Kemenko Pangan, Kasan, bersama jajaran PTPN I, PTPN III, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Kementerian Pertanian, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kasan mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pusat pembibitan modern tersebut dapat segera terealisasi dan memberi manfaat bagi pengembangan perkebunan nasional.
Dalam pembahasan juga dibahas penetapan lokasi tahap awal, rencana pemindahan bibit dari Medan ke Lampung Selatan, hingga percepatan penyelesaian dokumen kerja sama riset dan pengembangan.
Pada tahap awal, pusat pembibitan akan mengembangkan komoditas unggulan seperti lada, kelapa, kakao, dan alpukat. Bibit unggul yang dihasilkan nantinya akan disalurkan kepada petani di Lampung Selatan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Kegiatan riset melibatkan Universitas Indonesia Mandiri Lampung sebagai mitra akademik dalam pengembangan teknologi pembibitan.
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menegaskan perseroan siap mendukung penuh proyek percontohan tersebut.
Menurutnya, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem perkebunan melalui penyediaan aset, riset, serta kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.
Ia menambahkan, pelaksanaan kerja sama akan mengikuti ketentuan BUMN, regulasi yang berlaku, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Ke depan, kawasan ini ditargetkan berkembang tidak hanya sebagai pusat pembibitan, tetapi juga menjadi pusat riset, pendidikan, dan hilirisasi inovasi perkebunan untuk mendukung swasembada pangan serta meningkatkan daya saing perkebunan Indonesia.(DEN)





