FACEINDONESIA.CO.ID – Pembenahan sarana prasarana di Kantor Urusan Agama (KUA) mulai dirasakan manfaatnya oleh publik. Warga merasa layanan pernikahan lebih nyaman dan bersih.
Hal ini dirasakan antara lain oleh pasangan pengantin Rifki Rido Prananta dan Siti Nuriyah yang melangsungkan pernikahan di KUA Tebet, Jakarta, Jumat (3/7/2027). Keduanya merasa suasana KUA bersih, tertata, serta pelayanan yang ramah dan cepat. Hal itu membuat prosesi pernikahan berlangsung lebih nyaman.
KUA dalam beberapa bulan terakhir berbenah secara rutin melalui program Gemah (Gerakan Jum’ah) KUA ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini menjadi komitmen Kementerian Agama untuk menghadirkan kantor layanan keagamaan yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan kantor, tetapi juga membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan prima.
Rifki mengaku pelayanan yang diberikan pegawai KUA berlangsung cepat, ramah, dan membantu sejak proses administrasi hingga pelaksanaan akad nikah. Menurutnya, kebersihan lingkungan KUA juga memberikan kesan positif bagi dirinya maupun keluarga yang hadir.
“Pas saya menikah di KUA Tebet, suasananya jadi makin nyaman karena bersih. Pelayanan pegawai KUA juga baik dan cepat, sehingga kami merasa sangat terbantu,” ujar Rifki.
Selain Rifki Rido Prananta dan Siti Nuriyah, manfaat Gemah KUA ASRI juga dirasakan pasangan pengantin lainnya yang melangsungkan akad nikah di KUA Kecamatan Tebet pada hari yang sama, yaitu Samsuri dan Nur Awaliyah, serta Daegil dan Lita Triyani.
Melalui Gemah KUA ASRI, Kementerian Agama berharap KUA semakin hadir sebagai ruang pelayanan publik yang bersih, sehat, nyaman, ramah, dan terpercaya, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan keagamaan yang profesional dan berdampak.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengungkapkan, KUA merupakan wajah pelayanan Kementerian Agama yang harus terus dijaga kualitasnya. “KUA adalah rumah kita bersama. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga, merawat, dan membangun institusi ini dengan sebaik-baiknya. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya diukur dari cepat atau lambatnya proses administrasi, tetapi juga dari kebersihan lingkungan, keramahan petugas, serta kenyamanan masyarakat saat menerima layanan.
“Senyum, keramahan, kesabaran, dan kesungguhan dalam melayani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan,” tegasnya.
Pelaksanaan Gemah KUA ASRI juga sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan bahwa seluruh layanan Kementerian Agama harus memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari hal-hal mendasar, seperti kebersihan lingkungan kerja, kenyamanan ruang layanan, kedisiplinan aparatur, hingga perubahan budaya kerja yang lebih melayani.
“Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas administratif, tetapi menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Setiap pekerjaan harus memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama,” ujar Abu Rokhmad
(DEN)






