Rekat Indonesia Apresiasi Strategi Ekonomi Pramono di Jakarta

Dok.Rekat Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID – Ketua Umum DPN Rekonsiliasi Masyarakat Indonesia (Rekat Indonesia), Heikal Safar, mengapresiasi strategi pembangunan yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan pelaku usaha di Jakarta.

Apresiasi tersebut disampaikan usai pertemuan silaturahmi antara jajaran Rekat Indonesia dengan Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6).

Bacaan Lainnya

Heikal menyebut, pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama dalam membuka peluang usaha dan memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional memiliki potensi besar di sektor jasa dan perdagangan. Karena itu, strategi pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah dinilai tepat dan mendapat dukungan masyarakat.

Heikal menegaskan, Rekat Indonesia selama ini aktif mengawal isu kebangsaan, persatuan, keadilan sosial, serta kebijakan strategis pemerintah di tingkat pusat maupun daerah. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pramono Anung yang dinilai memberi ruang bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jakarta.

Menurut Heikal, pembangunan ekonomi yang inklusif akan membuka kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk berinovasi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan.

Sementara itu, Pramono Anung menyambut baik kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi rakyat.

Pramono juga mengungkap rencana pengembangan kawasan Bundaran HI melalui pembangunan jalur bawah tanah yang terhubung dengan sejumlah hotel dan terintegrasi dengan layanan MRT Jakarta.

Selain itu, ia menyinggung puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta yang menghadirkan pertunjukan budaya Betawi, konser musik, video mapping, dan atraksi multimedia sebagai penutup rangkaian menuju lima abad Jakarta.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *