FACEINDONESIA.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai melakukan uji coba sterilisasi kawasan Pelabuhan Merak dan Bakauheni pada Senin (1/6/2026). Kebijakan yang ditargetkan berlaku penuh mulai 15 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola pelabuhan yang lebih tertib, aman, modern, serta mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, program sterilisasi pelabuhan merupakan bagian dari transformasi layanan yang berfokus pada peningkatan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.
“Melalui program sterilisasi ini, aktivitas di kawasan pelabuhan akan semakin tertata, akses lebih terkendali, dan seluruh pihak yang beroperasi dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan aspek keselamatan serta keamanan,” ujar Heru dalam keterangannya.
Penerapan kebijakan tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022, hingga berbagai peraturan dan keputusan Kementerian Perhubungan terkait zonasi serta sterilisasi pelabuhan penyeberangan.
ASDP menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam pelaksanaannya, seperti penguatan sistem pengawasan di area operasional, penertiban aktivitas sesuai fungsi dan kewenangan, kewajiban penggunaan identitas serta alat pelindung diri (APD), hingga pengaturan akses kendaraan dan personel melalui sistem stiker dan platform digital.
Di Pelabuhan Merak, implementasi sterilisasi diperkuat dengan penerapan One Gate System yang telah diuji coba sejak 25 Mei 2026.
Melalui sistem ini, seluruh kendaraan pengguna layanan reguler maupun ekspres diarahkan masuk melalui satu akses utama di gerbang eksekutif guna meningkatkan efektivitas pengawasan arus kendaraan.
Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni mengedepankan pemanfaatan teknologi melalui sistem face recognition, Radio Frequency Identification (RFID), CCTV monitoring kendaraan, serta digitalisasi pengawasan yang terintegrasi untuk memperkuat keamanan dan pengendalian operasional.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, perusahaan juga mulai menerapkan penggunaan shuttle bus listrik dan kendaraan listrik roda dua untuk mendukung mobilitas operasional di dalam kawasan pelabuhan.
Melalui skema tersebut, pengguna yang telah terdaftar diwajibkan memarkir kendaraan berbahan bakar minyak di area yang telah disediakan dan melanjutkan aktivitas menggunakan kendaraan listrik di dalam kawasan pelabuhan.
ASDP berharap program sterilisasi ini mampu menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih tertib, efisien, dan modern, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas dan logistik nasional. (san)





