FACEINDONESIA.CO.ID- Setelah 56 tahun menanti perbaikan, SD Negeri 173281 Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, kini memiliki fasilitas belajar yang lebih layak. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan ruang kelas dan toilet tersebut mendapatkan pembaruan sarana untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid.
Sebelumnya, kondisi bangunan sekolah memprihatinkan. Lantai kelas berlubang, atap bocor, plafon lapuk, serta kaca jendela pecah menjadi bagian dari keseharian murid. Kerusakan tersebut kerap mengganggu proses belajar mengajar, terutama ketika hujan turun.
Kepala SD Negeri 173281 Lumban Julu, Tamaria Purba, mengatakan bahwa sejak sekolah berdiri, belum pernah dilakukan perbaikan sarana dan prasarana secara signifikan. Selain ruang kelas yang rusak, fasilitas toilet juga tidak memadai dan kurang layak digunakan.
Pada 2025, sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi senilai Rp775.180.174. Anggaran itu digunakan untuk merehabilitasi dua ruang kelas dan toilet beserta sanitasinya, serta membangun ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.
Tamaria menyampaikan bahwa perbaikan tersebut membawa perubahan terhadap suasana sekolah dan kegiatan pembelajaran. Lingkungan sekolah menjadi lebih tertata, sementara guru dan murid dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman.
“Orang tua murid pun merasa senang karena anak mereka tambah nyaman belajar, sehingga diharapkan prestasinya meningkat, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Tamaria.
Perubahan kondisi sekolah juga dirasakan Arion Maruli Hurabarat, murid kelas IV SD Negeri 173281 Lumban Julu. Ia masih mengingat kondisi bangunan sekolah ketika duduk di kelas III, saat atap berlubang, kaca jendela pecah, dan lantai ruang kelas mengalami kerusakan.
“Saat saya sudah masuk di kelas IV, ruangan kelas dan toiletnya sudah menjadi sangat bagus. Saya menjadi sangat semangat belajar. Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” tutur Arion.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau langsung hasil revitalisasi sekolah tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis (15/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Abdul Mu’ti juga menyaksikan pembelajaran bahasa Inggris yang memanfaatkan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP). Para murid terlihat antusias mengikuti pelajaran, mengangkat tangan, hingga maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal melalui layar interaktif.
Kegiatan belajar turut diselingi ice breaking berupa nyanyian dan gerakan yang ditampilkan melalui video. Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
“Sekolahnya kelihatan wajahnya baru, penampilannya baru, mudah-mudahan semangatnya juga baru,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, pemerintah berupaya memastikan seluruh warga negara Indonesia memperoleh kesempatan pendidikan yang setara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar sekolah dapat menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi murid maupun guru.
Revitalisasi 107 Sekolah di Tapanuli Utara pada 2025
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara pada 2025 mencakup 107 satuan pendidikan. Rinciannya terdiri atas tiga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 79 Sekolah Dasar (SD), 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), enam Sekolah Menengah Atas (SMA), dan enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp79,47 miliar.
Sementara itu, pada 2026, program revitalisasi di Kabupaten Tapanuli Utara mencakup 91 sekolah yang telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp67,97 miliar, dengan penerima manfaat terdiri atas 31 PAUD, 42 SD, delapan SMP, enam SMA, dan empat SMK.
Hingga 16 Oktober 2026, dana yang telah disalurkan untuk program revitalisasi sekolah di wilayah tersebut mencapai Rp54,48 miliar.
Abdul Mu’ti juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat di seluruh Indonesia. Perbaikan tersebut ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga akhir 2028.
“InsyaAllah, Pak Presiden sudah berkomitmen, sebelum 2029 atau akhir 2028, semua sekolah di Indonesia yang rusak sedang dan berat diperbaiki,” pungkasnya.(ZID)






