FACEINDONESIA.CO.ID- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah menjadikan gerakan penghijauan sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Bima menegaskan, penanaman pohon harus memberikan dampak nyata terhadap pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penanaman bukan sekadar seremoni. Ini bukan sekadar aktivitas biasa, tetapi tentang membangun ketahanan ekologis. Ini juga tentang sosial-ekonomi,” ujar Bima dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, rehabilitasi ruang terbuka hijau, hutan, dan lahan harus dilakukan secara berkelanjutan. Tanaman yang telah ditanam juga perlu dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Kemendagri meminta pemerintah daerah mengintegrasikan aspek lingkungan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi pembangunan. Setiap program di daerah diharapkan memiliki indikator ekologis yang jelas.
Bima juga menilai penghijauan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak penting untuk memastikan program penghijauan terus berjalan dan tidak berhenti pada kegiatan penanaman.
“Mari kita bangun budaya merawat, bukan hanya sekadar menanam, bukan juga sekadar seremoni. Semuanya berorientasi pada aksi yang permanen dan berkelanjutan,” tandasnya.(ZID)






