FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana fisik, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang mampu membentuk karakter, nalar kritis, serta kepedulian sosial peserta didik. Semangat tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meresmikan Laboratorium IPA, Laboratorium TIK, dan fasilitas UKS di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Yogyakarta, Jumat (24/7).
Dalam peresmian tersebut, Wamen Fajar menyampaikan bahwa revitalisasi infrastruktur pendidikan merupakan mandat prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa anak-anak di seluruh pelosok Indonesia, baik di pesantren, sekolah negeri, maupun swasta hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), mendapatkan hak dan fasilitas belajar yang setara.
“Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya yakni masyarakat adalah laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi adik-adik sekalian,” tegas Wamen Fajar di hadapan para santri dan pengasuh pesantren.
Kehadiran Laboratorium IPA dan TIK ini melengkapi model pendidikan progresif yang diusung oleh Pesantren Bumi Cendekia. Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Tuan Guru Hairus Salim H.S, menyambut baik dukungan konkret pemerintah tersebut. Menurutnya, fasilitas baru ini menjadi pendorong utama bagi para santri yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara,mulai dari Papua hingga Sumatra, untuk menguasai sains dan teknologi tanpa kehilangan akar keilmuan agama.
“Pesantren kami dikelola secara kolegial dan bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan (zero bullying) dan kekerasan. Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen ini merupakan wujud sinergi erat antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berwawasan luas dan ‘cendekia’ sesuai nama pesantren ini,” ujar Tuan Guru Hairus Salim H.S.
Rangkaian kunjungan Wamen Fajar di Yogyakarta kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas baru di TK Aisyiyah. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar turut mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam menghadapi tantangan era digital.
Penggunaan gawai pada anak dijelaskannya perlu diarahkan secara bijak agar tidak menimbulkan ketergantungan maupun berdampak pada kesehatan mental. Sejalan dengan hal tersebut, Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai upaya membangun kebiasaan belajar yang sehat serta menciptakan lingkungan pendidikan yang berpihak pada kepentingan anak. Oleh sebab itu, peran keluarga sebagai pendidik menjadi kunci dalam mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka,” ujar Wamen Fajar.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat Unit Pelaksana Teknis Kemendikdasmen di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kepala Balai Bahasa DIY, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Pada akhirnya, peresmian fasilitas laboratorium dan peletakan batu pertama ini menjadi dua wajah dari gagasan yang sama, bahwa pendidikan yang memanusiakan tidak berhenti pada pemenuhan fisik semata, melainkan pada keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapat akses pendidikan berkualitas untuk menjadi agen perubahan bagi lingkungan dan bangsanya.(ZID)





