FACEINDONESIA.CO.ID – Pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai platform pembelajaran membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Di SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, pemanfaatan Rumah Pendidikan melalui Papan Interaktif Digital (PID) mendukung guru dalam menyajikan materi pembelajaran secara lebih menarik.
Guru IPA SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Yolanda Farmin, mengaku merasakan perubahan positif terhadap motivasi dan keaktifan peserta didik sejak memanfaatkan PID dalam pembelajaran. Ia merasakan motivasi belajar anak meningkat dibandingkan ketika mengajar konvensional di dalam ruang kelas.
“Keaktifan anak mulai bertumbuh. Anak-anak yang biasanya tidak berani maju ke depan sekarang lebih ingin mencoba karena tertarik dengan konten-konten pembelajaran yang beragam,” ujarnya pada Jumat (24/7).
Yolanda menambahkan, Rumah Pendidikan yang dapat diakses melalui PID sangat memudahkannya dalam mempersiapkan pembelajaran. Berbagai bahan ajar yang tersedia di fitur Ruang GTK dan Ruang Murid dapat langsung dimanfaatkan sebagai referensi sesuai dengan materi yang diajarkan.
“Sebagai guru, manfaat bagi saya pribadi adalah saya sudah punya media ajar yang siap pakai sehingga sangat mempermudah guna menyiapkan pembelajaran,” jelasnya.
Pemanfaatan Rumah Pendidikan juga tidak berhenti di ruang kelas. Yolanda membagikan tautan materi kepada peserta didik sehingga mereka dapat kembali mengakses materi pembelajaran secara mandiri dari rumah. “Anak-anak juga kita kasih link, mereka bisa akses juga kan di rumah, gitu,” tuturnya.
Yolanda berharap agar konten pembelajaran di Rumah Pendidikan terus dikembangkan agar mencakup lebih banyak mata pelajaran. “Ada pesan dari beberapa guru, karena sejauh ini belum semua mata pelajaran ter-input di dalam sistem. Jadi semoga kedepannya bisa semakin lengkap sehingga manfaat dari platform ini lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh semua guru,” harap Yolanda..
Menanggapi pengalaman tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa masukan-masukan dari guru menjadi hal yang penting sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu dan layanan di bidang pendidikan. Ia juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Rumah Pendidikan merupakan bagian dari realisasi program Digitalisasi Pembelajaran untuk mendukung proses belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.
“Jadi ini salah satu realisasi program Digitalisasi Pembelajaran dari Presiden Prabowo Subianto. Agar adik-adik semua dapat mengikuti pembelajaran, semua mata pelajaran dengan cepat dan efektif,” ujar Wamen Atip.
Lebih lanjut, kehadiran teknologi pembelajaran mengubah cara peserta didik memahami materi, dari sekadar mendengarkan penjelasan menjadi mengalami pembelajaran secara lebih nyata. “Pembelajaran kini mulai bergeser, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan penjelasan guru menjadi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata. Dulu, saat saya SMP, materi hanya dijelaskan. Sekarang peserta didik bisa melihatnya secara langsung,” tuturnya.
Dengan penuh kebanggaan, Wamen Atip menjelaskan bahwa inovasi Rumah Pendidikan telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Rumah Pendidikan dinobatkan sebagai Winner (Juara Pertama) kategori e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.
“Rumah Pendidikan ini ternyata sudah mendapat penghargaan sebagai aplikasi pendidikan terbaik di dunia. Ini adalah penghargaan untuk kita semua dari ITU, International Telecommunication Union, yang berpusat di Jenewa, Swiss,” ucap Wamen Atip.
Terakhir, Wamen Atip juga berpesan kepada para guru bahwa teknologi merupakan sarana untuk memperkuat proses pembelajaran dan tidak akan menggantikan peran guru. “Teknologi bukan pengganti guru. Peran Bapak dan Ibu guru tidak akan tergantikan karena guru tidak hanya berperan sebagai teacher, tetapi juga counselor. Guru bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan juga mendidik dan memberikan teladan,” tutup Wamen Atip. (ZID)





