UIN Ar-Raniry Siapkan 2.000 Paket Iftar per Hari Selama Ramadan

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyiapkan 2.000 paket iftar atau makanan berbuka puasa setiap hari selama Ramadan 1447 H. Program iftar jama’i ini merupakan dukungan bantuan Ramadan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed for Good Foundation dan dipusatkan di Auditorium Prof Ali Hasjmy.

Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman mengatakan, bantuan Ramadan tersebut didukung kerja sama dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Ia menyebut tahun ini menjadi tahun ketiga kampus menerima dukungan program Ramadan dari Pemerintah UEA.

Bacaan Lainnya

“Ini tahun ketiga kami menerima bantuan Ramadan dari Pemerintah UEA. Kami bersyukur atas dukungan yang diberikan,” kata Mujiburrahman di Banda Aceh, Rabu (24/2/2026).

Mujiburrahman menjelaskan, lokasi iftar jama’i tahun ini dipindahkan dari Masjid Fathun Qarib ke auditorium setelah evaluasi pelaksanaan tahun lalu dan mempertimbangkan tingginya curah hujan pada Februari. Menurutnya, penggunaan ruang tertutup diharapkan membuat pelaksanaan iftar lebih tertib dan nyaman.

“Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang inklusif bagi siapa pun yang berada di sekitar kampus dan membutuhkan tempat berbuka,” ujarnya.

Perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, Mohamed Alnaqbi, menyebut program Ramadan tahun ini juga mencakup pembagian paket sembako, distribusi daging meugang, serta penyelenggaraan iftar. Ia menambahkan, program iftar hanya dilaksanakan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Ia menilai kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan dan peradaban. “Ketika ribuan mahasiswa dan masyarakat berbuka bersama setiap hari, solidaritas tumbuh di sana,” kata Alnaqbi.

Ketua Panitia Iftar UIN Ar-Raniry Muqni Affan mengatakan, evaluasi tahun sebelumnya mencatat sejumlah kendala teknis, terutama kebersihan area luar dan gangguan akibat hujan meski telah menggunakan tenda. Karena Ramadan tahun ini masih berada pada periode curah hujan tinggi, panitia memutuskan memusatkan kegiatan di dalam ruangan.

“Ramadan tahun ini masih berada pada periode curah hujan tinggi, sehingga kegiatan dipusatkan di dalam ruangan,” ujarnya.

Program iftar jama’i ini diperuntukkan bagi sivitas akademika, mulai dari mahasiswa UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, serta kampus lain di sekitar kawasan Darussalam. Selain itu, kegiatan juga terbuka untuk warga sekitar kawasan Darussalam seperti Lamgugob dan Rukoh.

Panitia menyiapkan rata-rata 2.000 paket makanan per hari. Pada awal Ramadan, jumlah tersebut diperkirakan belum terserap maksimal karena sebagian mahasiswa belum kembali ke Banda Aceh. Namun panitia membuka peluang penambahan jika jumlah jemaah melebihi target.

Selain di kampus, UIN Ar-Raniry juga terlibat dalam penyelenggaraan iftar di sejumlah titik lain. Pada 22–24 Februari 2026, panitia menyalurkan 1.000 paket per hari di Masjid Raya Baiturrahman. Kemudian pada 25–27 Februari 2026, kegiatan digelar di Dayah Mahyal Ulum dengan 500 paket per hari.

Untuk pelaksanaan salat tarawih, Masjid Fathun Qarib dijadwalkan menghadirkan imam tamu pada 21 Februari 2026, yakni Syeikh Abdellah Blla dari Maroko. Sementara di Masjid Raya Baiturrahman, ia dijadwalkan menjadi imam tarawih pada 22–23 Februari 2026.

Adapun imam tarawih di Masjid Raya Baiturrahman pada 21 Februari 2026 adalah Syeikh Elsayed Smir Elmahdy (Mesir), sedangkan pada 24 Februari 2026 akan diimami oleh Syeikh Tameim Majed Salem Saif Alkindi (Uni Emirat Arab). (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *