FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi civitas academica Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry atas inisiatif penulisan buku berjudul ‘Teladan Sang Menteri’. Apresiasi tersebut disampaikan saat Launching dan Diskusi Buku Teladan Sang Menteri yang digagas Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) di Masjid Istiqlal, Senin (5/4/2026).
Menurut Menag, karya tersebut merupakan bentuk apresiasi tulus dari dunia akademik terhadap nilai keteladanan dan tradisi keilmuan. “Saya tidak diberi tahu sebelumnya terkait penulisan buku ini. Karena itu, saya memandang ini sebagai bentuk apresiasi yang tulus dari kalangan akademik, bukan sesuatu yang direncanakan atau diminta,” ujar Menag.
Menag menilai, penulisan buku oleh kalangan perguruan tinggi memiliki makna strategis karena tidak hanya mendokumentasikan perjalanan pemikiran dan kiprah seseorang, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan tradisi ilmiah di lingkungan akademik Islam.
Ia menambahkan, apresiasi yang datang dari UIN Ar-Raniry Aceh memiliki nilai tersendiri, mengingat Aceh dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Islam di Indonesia. Karena itu, karya tersebut dipandang sebagai refleksi dari kedalaman tradisi intelektual yang terus terjaga.
“Saya bangga karena ini lahir dari dunia akademik, khususnya dari Aceh yang memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Ini bukan tentang personal, tetapi tentang bagaimana nilai-nilai keteladanan itu dirawat dan dikembangkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menuturkan secara singkat perjalanan intelektualnya yang dimulai dari lingkungan sederhana di kampung hingga berkiprah di berbagai forum akademik internasional. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran para guru, sahabat, serta lingkungan akademik yang membentuk karakter dan pola pikirnya.
“Saya meyakini bahwa apa yang saya capai hari ini bukan semata hasil kemampuan pribadi, melainkan karena bimbingan para guru, dukungan sahabat, dan pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.
Menag menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati dalam proses menuntut ilmu serta mengembangkan tradisi menulis di kalangan akademisi. Ia berharap buku Teladan Sang Menteri tidak hanya dibaca sebagai biografi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang dapat menginspirasi generasi muda.
Di akhir sambutannya, Menag menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penulisan buku tersebut, seraya berharap karya itu dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keteladanan dan tradisi keilmuan di Indonesia.
Menurut Rektor UIN Ar Raniry Banda Aceh Mujiburrahman, ide penulisan buku ini berangkat dari gagasan sederhana yang muncul pada pertengahan Agustus 2025, saat pihak kampus memperoleh informasi rencana kunjungan Menteri Agama ke Aceh pada 11 September 2025. Salah satu agenda yang direncanakan adalah kuliah umum di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
“Sebagai institusi akademik, kami berpikir hadiah yang paling tepat bukanlah sesuatu yang seremonial, melainkan karya ilmiah berupa buku,” ujarnya.
Dari gagasan tersebut, tim kampus kemudian menyusun buku Teladan Sang Menteri secara kolaboratif lintas disiplin. Dalam waktu sekitar 20 hari, draft awal buku berhasil diselesaikan dan disiapkan untuk diluncurkan bertepatan dengan agenda kunjungan Menteri Agama.
Secara substansi, buku Teladan Sang Menteri merupakan karya biografi reflektif yang mendokumentasikan perjalanan hidup, pemikiran, serta kepemimpinan Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, dan negarawan.
“Buku ini tidak hanya menyajikan narasi kronologis, tetapi juga mengelaborasi gagasan intelektual dan kontribusi kebijakan dalam konteks keislaman dan kebangsaan Indonesia,” pungkasnya. (San)





