FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama menyiapkan mekanisme pemerataan penempatan penghulu dan pengadaan pegawai baru untuk mengatasi ketimpangan distribusi penghulu. Upaya ini dilakukan demi memastikan layanan keagamaan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, dalam kegiatan Isu-Isu Aktual Kepenghuluan yang digelar secara hibrida, Senin (23/2/2026).
Abu Rokhmad mengatakan, persoalan sebaran penghulu masih menjadi tantangan yang perlu segera dibenahi. Menurutnya, penempatan penghulu harus dirancang secara sistematis agar tidak terjadi penumpukan di wilayah tertentu, khususnya perkotaan, sementara daerah lain mengalami kekurangan.
“Mindset harus diubah. Penghulu adalah pelayan masyarakat, sehingga harus siap ditugaskan di berbagai wilayah sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penghulu dituntut memiliki pengalaman teritorial yang luas, memahami keragaman masyarakat, serta adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya yang berbeda. Untuk itu, diperlukan data akurat mengenai kebutuhan riil dan peta sebaran penghulu, terlebih banyak yang akan memasuki masa pensiun.
Saat ini, distribusi penghulu dinilai masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Kondisi tersebut menyebabkan kekurangan SDM penghulu di sejumlah daerah. Pemerintah memandang persoalan ini dapat diatasi melalui pengadaan pegawai baru serta pemerataan penempatan penghulu secara nasional dengan melibatkan Sekretariat Jenderal dan seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
Direktur KUA dan Bina Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menyebut, masih terdapat daerah yang mengalami kekurangan penghulu, salah satunya di Jepara. Karena itu, diperlukan langkah koordinatif lintas unit untuk memastikan pemerataan layanan keagamaan.
Selain penataan distribusi, Kementerian Agama juga mendorong peningkatan kesejahteraan penghulu melalui penguatan tunjangan fungsional dan jenjang karier. “Kita ingin memastikan penghulu tidak hanya cukup secara jumlah, tetapi juga kuat dari sisi kompetensi, distribusi, dan kesejahteraannya,” tandasnya. (San)





