Siloam TB Simatupang Raih Dua Penghargaan Diamond Layanan Stroke

FACEINDONESIA.CO.ID- Siloam Hospitals TB Simatupang meraih dua penghargaan Diamond atas kualitas layanan stroke dan neurologi. Penghargaan tersebut meliputi Diamond Excellence Award untuk Layanan Saraf dalam Pemeringkatan Rumah Sakit Tingkat Nasional 2026 dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) serta Diamond Status ANGELS Awards dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode kuartal III 2025 hingga kuartal II 2026.

Penghargaan ANGELS tersebut menjadi pencapaian Diamond ke-12 yang diraih Siloam Hospitals TB Simatupang sejak 2022. Bertepatan dengan peringatan World Stroke Day, capaian ini memperkuat komitmen rumah sakit dalam memberikan penanganan stroke yang cepat, terintegrasi, dan sesuai standar internasional.

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mencatat stroke berkontribusi terhadap 11,2 persen dari total kecacatan dan 18,5 persen dari total kematian pada 2024.

Spesialis Saraf Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dina Meliana, SpN, DAIFIDN, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menerapkan sistem penanganan stroke terpadu dengan dukungan dokter dan perawat terlatih.

Menurutnya, tim medis mampu memulai terapi trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit atau dikenal sebagai door-to-needle time. Bahkan, waktu tercepat pemberian terapi trombolisis yang tercatat di rumah sakit tersebut mencapai 13 menit.

Terapi trombolisis pada stroke iskemik bertujuan melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak sehingga dapat membantu mengurangi risiko kecacatan. Pemberian terapi harus melalui evaluasi dokter dan pemeriksaan pencitraan otak untuk memastikan pasien memenuhi kriteria serta menyingkirkan kemungkinan perdarahan.

Pada umumnya, trombolisis intravena diberikan sesegera mungkin dalam 4,5 jam sejak gejala pertama muncul atau sejak pasien terakhir diketahui dalam kondisi normal. Untuk pasien tertentu, terapi dapat dipertimbangkan di luar rentang waktu tersebut berdasarkan hasil pencitraan dan penilaian dokter.

Selain kesiapan rumah sakit, masyarakat juga perlu mengenali gejala stroke sejak dini. Salah satu cara yang dianjurkan adalah metode BE FAST, yaitu Balance (gangguan keseimbangan), Eyes (gangguan penglihatan mendadak), Face (wajah tidak simetris), Arms (kelemahan lengan), Speech (kesulitan berbicara), dan Time (segera mencari pertolongan medis).

Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc, menegaskan bahwa kecepatan penanganan sangat menentukan peluang pemulihan pasien stroke.

Pasien yang mendapatkan terapi secara tepat dalam periode emas atau golden period memiliki peluang pemulihan yang lebih baik. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda mencari pertolongan medis ketika menemukan tanda-tanda stroke.

Dewi menambahkan, rumah sakit menerapkan sistem koordinasi cepat melalui aktivasi Code Fast ketika terdapat pasien yang didiagnosis stroke, bahkan sebelum pasien tiba. Tim gawat darurat, dokter spesialis saraf, unit farmasi, dan radiologi melakukan persiapan secara bersamaan untuk mempercepat proses penanganan.

Melalui sistem tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang terus memperkuat kesiapan layanan stroke yang terintegrasi. Masyarakat juga diimbau mengingat pesan, “Detect BE FAST, Act Fast with Code Fast,” serta segera mencari bantuan medis apabila menemukan gejala stroke.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *