Grab Hadirkan AudioProtect, Perkuat Keamanan Pengguna

FACEINDONESIA.CO.ID- Grab menghadirkan fitur AudioProtect untuk memperkuat perlindungan dan keselamatan pengguna selama perjalanan. Fitur ini memungkinkan tersedianya rekaman audio terenkripsi yang dapat menjadi informasi pendukung ketika pengguna melaporkan insiden atau masalah keamanan.

Director of Trust & Safety and Grab Support Indonesia, Radhi Juniantino, mengatakan keselamatan merupakan komitmen Grab yang diterapkan dalam setiap tahap pengalaman pengguna, mulai dari sebelum pemesanan hingga layanan selesai.

Bacaan Lainnya

“Bagi Grab, keselamatan bukan sekadar fitur, melainkan komitmen yang kami bangun di setiap tahap pengalaman pengguna,” ujar Radhi dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Menurut Radhi, Grab terus mengembangkan perlindungan melalui Pusat Keselamatan di aplikasi. Fasilitas tersebut memungkinkan pengguna membagikan detail perjalanan kepada orang terdekat, mengakses bantuan darurat, serta melaporkan masalah dengan lebih mudah.

Grab juga mengandalkan tim Trust & Safety dan Grab Support untuk memantau serta menindaklanjuti laporan pengguna. Selain itu, perusahaan memperkuat keamanan akun dan transaksi, memberikan edukasi keselamatan kepada mitra pengemudi dan mitra pengiriman, serta berkolaborasi dengan pemerintah, aparat, dan komunitas.

AudioProtect menjadi salah satu dukungan teknologi untuk membantu memperjelas kronologi apabila terjadi insiden. Meski demikian, fitur ini bukan pengganti kewaspadaan dan tidak menjamin seluruh risiko perjalanan dapat dihilangkan.

Grab mengingatkan pengguna agar memahami ketentuan izin, privasi, dan penyimpanan data sebelum mengaktifkan fitur tersebut. Rekaman audio perlu diperlakukan sebagai data sensitif sehingga tidak boleh disebarluaskan sembarangan atau digunakan dengan mengabaikan privasi pihak lain.

Pengguna juga disarankan mencocokkan nama pengemudi, jenis kendaraan, warna, dan nomor pelat dengan informasi pemesanan. Membagikan detail perjalanan kepada orang tepercaya, terutama saat bepergian pada malam hari atau menuju lokasi yang belum dikenal, juga menjadi langkah penting.

“Teknologi akan bekerja paling optimal jika didukung kebiasaan sederhana dari pengguna,” kata Radhi.

Jika mengalami kendala, pengguna sebaiknya melaporkan kejadian melalui kanal resmi Grab, mencatat waktu, lokasi, detail kendaraan, dan kronologi secara faktual, serta menyimpan nomor laporan apabila tersedia.

Dalam situasi darurat, keselamatan fisik tetap menjadi prioritas. Pengguna perlu mencari tempat aman dan menghubungi layanan darurat setempat jika menghadapi ancaman langsung.

Ketersediaan AudioProtect dan fitur keselamatan lainnya dapat berbeda sesuai lokasi, jenis layanan, akun, perangkat, serta pembaruan aplikasi. Karena itu, pengguna dianjurkan memeriksa fitur yang tersedia dan mengikuti petunjuk resmi di aplikasi Grab.

Melalui kombinasi teknologi, edukasi, dan kewaspadaan pengguna, Grab berharap dapat terus memperkuat ekosistem transportasi daring yang lebih aman dan memberikan kemudahan akses bantuan ketika dibutuhkan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *