Sanga Sanga Bidik Pasar Global, Industri Herbal Lokal Terus Berkembang

Dok.Sanga-Sanga

FACEINDONESIA.CO.ID – Tren produk herbal dan wellness terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Pergeseran minat konsumen global terhadap produk alami dan berbasis herbal menjadi salah satu pendorong berkembangnya industri kosmetik dan obat tradisional Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kementerian Perindustrian mencatat tren tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

Sementara itu, BPOM dalam Indonesia Wellness Festival 2025 menyebut nilai industri wellness global telah mencapai sekitar USD 7 triliun.

Di tengah peluang tersebut, industri herbal nasional juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses perizinan, persaingan pasar, edukasi masyarakat, hingga ekspansi ke pasar internasional.

Kondisi itu turut dirasakan brand herbal asal Bali, Sanga Sanga, yang tengah merayakan hari ulang tahun ke-2 bersama para mitra dan distributor dari berbagai daerah di Bali, Kamis (14/5/2026), mengusung tema “Berjaya Bersama Sanga Sanga”.

Sanga Sanga lahir dari pengembangan racikan herbal karya Bambang Pranoto yang telah dikenal masyarakat Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Dalam perjalanannya, perusahaan melakukan berbagai penyesuaian mulai dari pembaruan legalitas, pengurusan izin BPOM dan halal, penguatan distribusi, hingga edukasi ulang pasar terhadap identitas merek.

Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti mengatakan, membangun brand herbal di tengah persaingan industri membutuhkan konsistensi dan komitmen menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pelaku usaha herbal saat ini menghadapi banyak tantangan, tidak hanya dari sisi pasar, tetapi juga menjaga kualitas produk, memenuhi regulasi, memperkuat distribusi, dan terus mengedukasi masyarakat,” ujar Riva dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, pertumbuhan pasar Sanga Sanga mulai menunjukkan perkembangan positif.

Selain memperluas jaringan distribusi nasional, produk Sanga Sanga juga telah mengantongi izin CPNP atau izin edar di Eropa sebagai bukti telah memenuhi regulasi kosmetik Uni Eropa.
Sanga Sanga juga menjadi delegasi Indonesia dalam forum World Intellectual Property Organization (WIPO) General Assembly 2025 di Jenewa, Swiss.

Keikutsertaan tersebut menjadi langkah perusahaan memperkenalkan produk herbal Indonesia ke pasar global sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual.

Dalam perayaan ulang tahun keduanya, Sanga Sanga turut meluncurkan produk baru bernama Sanga Sanga Gatalin yang diformulasikan untuk membantu mengatasi keluhan gatal serta menjaga kesehatan kulit.

Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto menilai industri herbal Indonesia memiliki peluang besar berkembang di pasar internasional selama kualitas produk dan kepercayaan masyarakat tetap dijaga.

Dalam dua tahun terakhir, Sanga Sanga juga mencatat sejumlah pencapaian, di antaranya meraih Rekor MURI Dunia 2024, penghargaan Inovator Produk Herbal Terbaik dari Bali 2025, serta Superbrands Indonesia 2026 kategori produk herbal.

Acara perayaan berlangsung meriah dengan pertunjukan budaya Bali dan pemberian apresiasi kepada para mitra terbaik perusahaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *