FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Dukungan diberikan mulai dari akses pasar, logistik, hingga pendampingan prosedur ekspor.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperluas ruang diskusi dan pembinaan bagi pelaku usaha agar semakin memahami peluang ekspor sekaligus memperkuat jejaring bisnis global.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Forum ini merupakan kolaborasi Kemendag bersama gerakan pemberdayaan UMKM Local Champion Indonesia (LCI).
Forum tersebut mempertemukan pelaku UMKM, eksportir muda, agregator, hingga pemerintah untuk membahas strategi memperluas pasar produk lokal ke luar negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, masih banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas namun belum memahami mekanisme ekspor dan akses pasar internasional.
“Forum seperti ini membantu UMKM memahami bahwa produk mereka punya potensi besar untuk ekspor,” ujar Budi dalam keterangan resmi Kemendag, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, Kemendag telah menyiapkan berbagai program untuk memperkuat pasar ekspor UMKM. Salah satunya melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui pitching dan business matching.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan peran 46 Perwakilan Perdagangan Republik Indonesia di 33 negara untuk membantu promosi produk lokal sekaligus mencarikan buyer potensial bagi UMKM.
“Setelah menentukan negara tujuan ekspor, UMKM akan dihubungkan dengan Perwakilan Perdagangan RI untuk memetakan potensi pasar dan mencarikan pembeli,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kemendag juga menyediakan layanan konsultasi desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM di pasar global. (San)





