FACEINDONESIA.CO.ID-Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi eduagrowisata yang mengintegrasikan sektor pertanian, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program PKT BERSERI (Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri) yang dijalankan sejak 2023 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim.
AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, mengatakan program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pertanian berkelanjutan, tidak hanya di sekitar wilayah operasional, tetapi juga di daerah distribusi pupuk
“Sebagai salah satu pasar utama Pupuk Kaltim di Indonesia Timur, Sulawesi Selatan memiliki peran penting sehingga keberlanjutan lahan pertanian di wilayah ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.
Program PKT BERSERI dijalankan secara bertahap hingga 2027.
Pada tahap awal, Pupuk Kaltim mengembangkan proyek dekomposer, pelatihan budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, serta produksi pupuk organik. Perusahaan juga membangun eco-trail sepanjang 230 meter untuk mempermudah petani mengangkut hasil panen.
Memasuki 2025, pengembangan difokuskan pada penguatan kelembagaan, pengelolaan pascapanen, serta penyediaan alat produksi kompos.
Sementara pada 2026, perusahaan memperkuat infrastruktur kawasan, konservasi sawah, fasilitas wisata hijau, hingga promosi Kampung Sawah Abadi.
Pada 2027, kawasan ini ditargetkan menjadi destinasi unggulan melalui standardisasi kawasan, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, dan penerapan skema insentif konservasi sawah.
Ketua Pengelola Kampung Sawah Abadi, Syafruddin, mengungkapkan keberadaan eco-trail telah mempercepat distribusi hasil panen. Produktivitas pertanian pun meningkat dari sekitar 4 ton per hektare menjadi 6-7 ton per hektare, sementara frekuensi panen naik dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.
Selain itu, kawasan ini telah mengembangkan sistem digital Sipadi yang memungkinkan wisatawan ikut menanam padi dan memantau pertumbuhan tanaman melalui aplikasi. Pengelolaan wisata juga melibatkan pemuda setempat sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi model pengembangan Kampung Sawah Abadi yang memadukan pertanian, agrowisata, dan budaya lokal.
Program tersebut dinilai mampu mendorong regenerasi petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di pedesaan.(ZID)






