FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) meraih predikat Gold dalam CSR & PDB Awards 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi perusahaan dalam mendorong pembangunan dan kemandirian desa melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA).
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dapat memberikan dampak berkelanjutan apabila disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Program PKT BISA yang diterapkan di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta pengembangan usaha masyarakat.
“Kami mengembangkan PKT BISA dengan pendekatan ekonomi sirkuler untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Rafli dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Sejak dikembangkan pada 2021, PKT BISA secara bertahap membangun ekosistem agribisnis dengan melibatkan berbagai pihak. Limbah peternakan dan perikanan dimanfaatkan sebagai bahan baku energi dan kompos, sementara hasil pertanian serta perikanan diolah menjadi produk bernilai tambah oleh kelompok usaha masyarakat.
Pengembangan terbaru dilakukan melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi biogas. Energi tersebut digunakan untuk mendukung pengeringan hasil pertanian, kegiatan produktif UMKM, serta kebutuhan energi masyarakat rentan di sekitar kawasan.
Menurut Rafli, konsep tersebut membuat limbah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membantu mengurangi potensi pencemaran dan emisi.
Dari sisi pertanian, PKT BISA juga memberikan dampak terhadap produktivitas petani. Pada 2025, petani di Babadan mampu meningkatkan intensitas panen hingga empat kali dalam setahun. Produksi padi mencapai 70 ton dari lahan 10 hektare, kacang tanah 5 ton dari 1,1 hektare, serta jagung 81 ton dari lahan 8 hektare.
Pendampingan dilakukan melalui program Agrosolution yang mencakup pengolahan lahan, pemupukan berimbang, pengendalian hama, pengembangan usaha, hingga akses pasar. Total lahan yang dikelola mencapai 19,1 hektare.
Program ini juga menghubungkan kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kompos, UMKM, dan kelompok perempuan dalam satu ekosistem pemberdayaan.
Di sektor peternakan, masyarakat didorong meningkatkan kualitas pakan dan pengelolaan usaha. Hasil budidaya juga dikembangkan menjadi produk olahan sehingga memberikan nilai tambah. Sejumlah produk UMKM Babadan bahkan telah dipasarkan ke luar daerah.
“Kami ingin program ini tumbuh menjadi milik masyarakat. Pupuk Kaltim hadir sebagai katalisator, membuka akses, membangun kapasitas dan memperkuat ekosistemnya,” ujar Rafli.
Ke depan, PKT BISA diproyeksikan berkembang menjadi pusat agroedukasi terpadu, sekaligus memperluas pemasaran produk masyarakat dan membuka peluang penerapan program di wilayah lain.
Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan.
Menurut Riza, keterlibatan dunia usaha melalui program CSR menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami harap kolaborasi seperti ini terus diperkuat, karena pembangunan desa membutuhkan sinergi seluruh pihak. Kalau desanya maju, Indonesianya maju,” ujar Riza saat penyerahan penghargaan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (28/9/2026).(ZID)






