FACEINDONESIA.CO.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) terus mempercepat pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi DuriāSei Mangkei (Dusem) Segmen 2 di Bagan Batu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Hingga akhir Juli 2026, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai 32,3 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyelesaikan proyek strategis nasional sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta standar teknis yang berlaku.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan proyek Pipa Gas Dusem merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur nasional.
“Proyek ini bukan sekadar membangun jaringan pipa gas, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui,” ujar Dian, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, keberadaan jaringan pipa tersebut akan memperkuat distribusi gas nasional, mendukung aktivitas industri, menarik investasi, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menerapkan standar Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) serta memanfaatkan teknologi konstruksi yang efisien agar proyek berjalan sesuai target mutu, biaya, dan waktu.
Selain memperkuat sektor energi, proyek ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar serta mendorong tumbuhnya usaha pendukung, termasuk sektor perdagangan dan UMKM di kawasan proyek.
Dian menambahkan, jaringan pipa transmisi tersebut nantinya akan memasok gas untuk kebutuhan industri, sektor komersial, hingga rumah tangga.
Karena itu, Brantas Abipraya optimistis proyek ini akan menjadi fondasi penting bagi penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia berharap setelah rampung, proyek tersebut mampu memberikan manfaat besar bagi kawasan Sumatera Utara hingga Riau.
“Jaringan pipa ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan infrastruktur gas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Proyek Pipa Gas Dusem merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperkuat jaringan distribusi gas bumi di Pulau Sumatera.
Proyek yang didanai APBN ini terbagi menjadi dua segmen, yakni Segmen 1 dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang sekitar 279,8 kilometer, serta Segmen 2 dari Stasiun Labuhan Batu menuju fasilitas di Duri.
Saat melakukan kunjungan kerja pada 25 Juli 2026, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
Hingga saat ini, pembangunan Pipa Gas Dusem telah mencatat 300.000 jam kerja aman (safe man-hours) dan menyerap 447 tenaga kerja.
Laode mengingatkan seluruh pelaksana proyek agar tetap menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
Menurutnya, jaringan pipa gas sepanjang 262 kilometer tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan pasokan energi bagi industri, pembangkit listrik, dan kawasan ekonomi.
Dengan distribusi gas yang semakin efisien, biaya energi diharapkan dapat ditekan sehingga mampu meningkatkan daya saing industri nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (ZID)





