FACEINDONESIA.CO.ID- Museum Kereta Api Ambarawa menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan jejak panjang perkembangan perkeretaapian Indonesia. Berada di bekas Stasiun Ambarawa atau dikenal sebagai Willem I Station, museum ini menghadirkan bangunan bersejarah, koleksi sarana kereta api, hingga teknologi perkeretaapian dari berbagai masa.
Stasiun Ambarawa dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan mulai beroperasi pada 21 Mei 1873, bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Kedungjati–Ambarawa.
Nama Willem I Station berkaitan dengan Benteng Willem I yang berada di kawasan Ambarawa. Pada masanya, stasiun tersebut berperan mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas kawasan sekitar.
Salah satu bagian penting sejarah perkeretaapian di Ambarawa adalah jalur bergerigi menuju Bedono. Jalur tersebut menggunakan teknologi rack railway yang membantu kereta melintasi medan menanjak di kawasan pegunungan. Teknologi ini menjadi bagian penting dari sejarah perkeretaapian Indonesia karena menyesuaikan kondisi geografis wilayah.
Stasiun Ambarawa kemudian ditetapkan sebagai Museum Kereta Api Ambarawa dan diresmikan pada 21 April 1978. Museum ini menyimpan berbagai koleksi, seperti lokomotif uap, sarana kereta api, dan perlengkapan operasional yang menggambarkan perkembangan transportasi rel Indonesia.
Minat masyarakat terhadap Museum Kereta Api Ambarawa juga cukup tinggi. Sepanjang 2024, museum mencatat 161.395 pengunjung. Pada 2025 jumlahnya mencapai 180.944 pengunjung, sementara Januari–Agustus 2026 tercatat 148.148 pengunjung. Dengan demikian, total kunjungan periode 2024 hingga Agustus 2026 mencapai 490.487 pengunjung.
Akses masyarakat menuju Semarang dan sekitarnya turut didukung layanan kereta api. Pada Januari–Agustus 2026, Stasiun Semarang Tawang melayani 1.262.315 pelanggan naik dan turun. Sementara Stasiun Semarang Poncol mencatat 1.867.005 pelanggan naik dan turun.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Museum Kereta Api Ambarawa menjadi salah satu destinasi yang memperkenalkan perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia melalui peninggalan sejarah yang masih dapat disaksikan hingga kini.
“Perjalanan kereta api Indonesia memiliki banyak cerita yang tersimpan di berbagai daerah. Museum Kereta Api Ambarawa memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung jejak perjalanan tersebut melalui bangunan stasiun bersejarah, koleksi sarana, serta teknologi perkeretaapian yang berkembang sesuai kondisi wilayah Indonesia,” ujar Anne.
Sementara itu, aktivitas pariwisata di Kabupaten Semarang terus berkembang. Berdasarkan data BPS Kabupaten Semarang, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 4.511.945 wisatawan, terdiri dari 4.506.002 wisatawan nusantara dan 5.943 wisatawan mancanegara.
Museum Kereta Api Ambarawa dapat menjadi pilihan wisata sejarah, khususnya bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan sekaligus mengenal lebih dekat sejarah dan perkembangan perkeretaapian Indonesia.(ZID)






