FACEINDONESIA.CO.ID-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 terus memperkuat strategi menjaga produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah tantangan penurunan produksi alami pada lapangan-lapangan tua. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi teknologi, percepatan eksplorasi, transformasi digital, serta pengembangan bisnis rendah karbon.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, mengatakan hingga semester I 2026, PHR Regional 1 berkontribusi sekitar 31 persen terhadap lifting minyak nasional atau sekitar 177 ribu barel minyak per hari. Regional ini juga menyumbang 39 persen produksi minyak dan 27 persen produksi gas Subholding Upstream Pertamina.
Pada periode tersebut, produksi minyak mencapai 178,03 ribu barel per hari, sedangkan produksi gas sebesar 746,80 juta kaki kubik standar per hari. Sementara lifting minyak tercatat 177,47 ribu barel per hari dan lifting gas 545,25 juta kaki kubik standar per hari.
Menurut Arifin, pengelolaan lapangan migas tua, khususnya Blok Rokan, menjadi tantangan utama karena mengalami penurunan produksi alami lebih dari 30 persen setiap tahun. Karena itu, PHR mengandalkan tiga strategi utama, yakni menjaga ketahanan energi, mendukung transisi energi, serta mengembangkan bisnis baru.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas Area A sejak Desember 2025. Selain itu, PHR mempercepat eksplorasi di sejumlah wilayah prospektif seperti Astrea, Pinang East, dan Mustang Hitam yang telah menambah produksi sekitar 1.000–2.000 barel minyak per hari.
Di sisi lain, PHR juga mengembangkan ekosistem Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), memperkuat program dekarbonisasi, meningkatkan efisiensi biaya, serta mempercepat transformasi digital untuk mendukung daya saing perusahaan.
Hingga Juni 2026, PHR Regional 1 berhasil menyelesaikan tiga sumur eksplorasi, merealisasikan 163 sumur eksploitasi, menambah cadangan terbukti sebesar 6,26 juta barel setara minyak, serta menemukan sumber daya kontingen sebesar 16,49 juta barel setara minyak.
Dalam aspek keselamatan kerja, perusahaan mencatat zero fatality, Total Recordable Injury Rate (TRIR) 0,00, dan 74,97 juta jam kerja aman.
Arifin menegaskan inovasi teknologi, investasi berkelanjutan, dan eksplorasi agresif akan menjadi kunci menjaga produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Strategi tersebut dipaparkan dalam Media Gathering PHR Regional 1 2026 bertema “Collaboration, Energy & Impact” yang digelar di Sentul pada 29–30 Juli 2026.(SAN)






