FACEINDONESIA.CO.ID- Peruri menjalin kerja sama strategis dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk menjajaki pengembangan teknologi Post-Quantum Cryptography (PQC) guna memperkuat keamanan siber dan ketahanan ekosistem digital nasional menghadapi perkembangan komputasi kuantum.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta, Selasa (27/10/2026).
MoU ditandatangani Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko dan Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno. Kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif Quantum-Safe Indonesia yang melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Danantara Indonesia.
Pengembangan teknologi kriptografi pascakuantum menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko keamanan informasi. Pasalnya, kemajuan komputasi kuantum berpotensi memengaruhi keandalan metode kriptografi yang selama ini digunakan untuk melindungi data dan transaksi digital.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan, kesiapan menghadapi era pascakuantum merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.
Menurut Teguh, sebagai bagian dari ekosistem digital trust nasional, Peruri terus memperkuat kemampuan dalam menyediakan layanan identitas digital, sertifikat elektronik, tanda tangan digital, serta keamanan dokumen elektronik.
Ia menambahkan, sinergi dengan Telkom membuka peluang untuk menggabungkan keahlian di bidang kepercayaan digital, keamanan siber, dan teknologi kriptografi guna mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menilai, kolaborasi lintas institusi menjadi faktor penting dalam mempersiapkan ekosistem digital nasional menghadapi perkembangan teknologi kuantum.
Nanang menjelaskan, kerja sama dengan Peruri, BSSN, serta dukungan Danantara Indonesia diharapkan dapat membantu organisasi memetakan aset kriptografi, mengevaluasi kesiapan sistem keamanan, dan menyusun langkah mitigasi risiko secara lebih terstruktur.
Ia menegaskan, penandatanganan MoU menjadi fondasi awal kerja sama, sedangkan implementasi teknis akan terus dikaji bersama seluruh pihak terkait.
Ruang lingkup kolaborasi meliputi penjajakan pengembangan teknologi Post-Quantum Cryptography, penilaian kesiapan sistem keamanan, penerapan teknologi pada layanan digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, Peruri dan Telkom akan mengoptimalkan kapabilitas masing-masing dengan mengacu pada kerangka dan standar keamanan siber BSSN, sekaligus memperkuat sinergi ekosistem melalui dukungan Danantara Indonesia.
Melalui kerja sama ini, Peruri mempertegas perannya sebagai perusahaan teknologi keamanan dan Government Technology (GovTech) Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan digital yang aman, tepercaya, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan siber serta kedaulatan digital nasional.(SAN)






