FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pertamina (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, regulator, dan perusahaan energi nasional Aljazair. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas), sekaligus mengoptimalkan aset internasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja jajaran manajemen Pertamina dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ke Aljazair pada 20–22 Oktober 2026.
Delegasi dipimpin Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bersama Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini. Turut hadir Wakil Direktur Utama PHE Virano Nasution, Direktur Utama PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Syamsu Yudha, serta jajaran manajemen lainnya.
Dalam kunjungan pada 21 Oktober 2026, delegasi Pertamina menggelar sejumlah pertemuan dengan regulator, pemerintah, dan perusahaan minyak nasional Aljazair. Salah satunya dengan Presiden sekaligus Kepala Komite Manajemen ALNAFT, Abdelkader Cherfaoui, untuk membahas keberlanjutan operasi Blok 405A, pelaksanaan program kerja, serta peluang pengembangan bisnis.
Pertemuan juga dilakukan dengan Menteri Hidrokarbon dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab. Pembahasan mencakup dukungan pemerintah terhadap kerja sama energi, perkembangan pasar energi global, dan peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
Selain itu, Pertamina bertemu Chairman sekaligus CEO Sonatrach, Nour Eddine Daoudi. Kedua pihak membahas penguatan kerja sama sektor hulu migas, kelancaran pasokan minyak mentah ke Indonesia, serta potensi bisnis baru.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, hubungan dengan pemerintah, regulator, dan mitra industri merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan investasi dan mengoptimalkan kontribusi aset internasional.
Menurut Oki, hubungan Indonesia dan Aljazair memiliki ikatan persaudaraan kuat sejak Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Karena itu, kemitraan kedua negara perlu terus dijaga dan diperkuat.
Pertamina juga mengapresiasi dukungan Sonatrach, ALNAFT, serta Kementerian Hidrokarbon dan Pertambangan Aljazair dalam menjaga keberlangsungan operasi dan mengembangkan peluang kerja sama.
Senada, Wakil Direktur Utama PHE Virano Nasution menegaskan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama mitra strategis, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi juga mendatangi kantor PT Pertamina Algeria EP (PAEP) untuk melihat perkembangan operasional, kinerja lapangan, serta tantangan pengelolaan aset di Aljazair.
Direktur PAEP Jon Erwin menyampaikan, dukungan dan arahan manajemen Pertamina menjadi dorongan bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasional Blok 405A.
PAEP berkomitmen menjalankan operasi secara aman, andal, dan efisien, sekaligus memperkuat koordinasi dengan mitra serta pemangku kepentingan setempat.
Melalui semangat Bring the Barrel Home, Pertamina terus mengoptimalkan pengelolaan aset internasional agar memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung ketahanan energi Indonesia.
Saat ini, PIEP sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina mengelola portofolio aset hulu migas di 10 negara, termasuk Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Kolombia, dan Venezuela.
Penguatan kemitraan di Aljazair diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi Blok 405A, tetapi juga membuka peluang bisnis baru serta memperkuat kontribusi Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional.(ZID)






