FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) terus menggenjot produksi Smooth Fluid (SF). Produk yang digunakan untuk campuran lumpur pengeboran (drilling fluid) berbasis minyak (oil base mud) tersebut merupakan komponen penting yang digunakan dalam proses pengeboran migas.
Corporate Secretary PPN, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, produksi SF pada 2025 lalu tercatat lebih dari 180 ribu barel. Angka ini meningkat cukup signifikan jika dibanding produksi tahun sebelumnya yang berada di angka 134 ribu barel. Menurut Roberth, peningkatan hampir 35% ini menunjukkan tingginya permintaan kalangan industri hulu migas terhadap produk SF yang dihasilkan dari kilang dalam negeri.
PPN sendiri memiliki 3 varian SF yaitu SF-02, SF-04 dan SF-05. Varian jenis SF ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengeboran yang memiliki berbagai karakteristik.
“Dua varian SF yang cukup populer di 2025 yaitu SF-04 dan SF-05. Produk ini tak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri migas, tapi juga dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. Pemakaian kedua produk tersebut juga tentunya akan meningkatkan angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” ujar Roberth.
Ia menambahkan, SF-04 diproduksi di Kilang Cilacap, sementara SF-05 diproduksi Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai.
Menurut Roberth, peningkatan produksi SF pada 2025 menjadi sinyal positif bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk serupa dari luar negeri. Apalagi lumpur pengeboran sangat penting dalam proses pengeboran untuk mengendalikan tekanan dari perut bumi, melumasi peralatan pengeboran, serta menjaga kestabilan sumur.
“Pertumbuhan produksi SF-04 dan SF-05 menunjukkan kalau produk domestik mampu bersaing dengan standar global. Kami akan terus berinovasi agar SF-04 dan SF-05 dapat menjadi tulang punggung industri migas, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” ungkap Roberth.
SF yang diproduksi PPN memiliki sejumlah keunggulan baik dari segi teknis maupun lingkungan. Roberth mengatakan, SF-04 memiliki sifat nonkorosif dan stabil, sehingga aman bagi peralatan pengeboran. Selain itu, produk ini tidak mudah teroksidasi dan dapat disimpan dalam jangka panjang tanpa menimbulkan dampak negatif.
Sementara itu SF-05 memiliki flash point tinggi dan pour point rendah, sehingga lebih aman dalam operasi pengeboran, mengurangi risiko kebakaran maupun kerusakan lingkungan. Produk ini juga bersifat Biodegradable yang membuatnya dapat terurai secara alami. SF-05, lanjut Roberth, juga aman digunakan di perairan dan terbukti mendukung operasi pengeboran darat dengan tingkat lubricity yang baik.
“Beragam keunggulan yang dimiliki SF-04 dan SF-05 merupakan bentuk nyata upaya kami untuk memberikan kualitas produk yang terbaik, dan tentunya tanpa mengesampingkan aspek lingkungan, sesuai dengan standar global,” tandasnya.
Roberth menegaskan, pengembangan SF-04 dan SF-05 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Dengan kualitas yang diakui dan tren produksi yang positif, kedua produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar internasional.
“SF-04 dan SF-05 merupakan hasil karya anak bangsa yang kualitasnya sudah diakui secara luas. Kedua produk ini turut memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan energi yang berkomitmen pada keberlanjutan. Informasi lebih lengkap mengenai produk dimaksud dapat diakses di https://onesolution.pertamina.com/” tutup Roberth. (San)





