FACEINDONESIA.CO.ID- Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Bali tetap berjalan kondusif pada hari pertama penerapan kebijakan ganjil-genap pengisian BBM, Sabtu (17/10/2026). Antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai berangsur terurai, sementara stok BBM dipastikan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Upaya pengendalian antrean tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Provinsi Bali, serta aparat penegak hukum (APH). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperlancar distribusi BBM sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kebijakan tersebut menjadi langkah konkret untuk mengurangi kepadatan antrean di SPBU. Kebijakan ini merujuk pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.
Menurut Ahad, pemantauan pada hari pertama menunjukkan perkembangan positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai membaik secara bertahap seiring penerapan pengaturan pengisian Pertalite.
“Kami melihat perkembangan positif di hari pertama penerapan ganjil-genap pengisian BBM ini, antrean di beberapa SPBU mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, berkurangnya antrean kendaraan di SPBU juga berpotensi memperlancar lalu lintas. Dengan kondisi jalan yang lebih lancar, waktu tempuh mobil tangki dari terminal menuju SPBU dapat menjadi lebih singkat sehingga proses distribusi BBM semakin optimal.
Selain mendukung penerapan ganjil-genap, Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan kapasitas layanan Pertamina Delivery Service (PDS). Layanan penjualan Pertalite secara literan di sejumlah SPBU tersebut telah ditingkatkan sejak 15 Oktober 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempercepat distribusi BBM.
Pertamina turut mengapresiasi dukungan aparat keamanan, khususnya TNI Kodam IX/Udayana dan Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengawalan armada mobil tangki BBM menuju SPBU serta bantuan personel untuk mendukung pendistribusian BBM melalui layanan PDS.
Ahad menegaskan, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Bali akan terus memantau perkembangan antrean dan mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut setiap hari. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan panjang antrean, waktu tunggu kendaraan, serta kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran penyaluran energi sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai layanan SPBU di Bali, masyarakat dapat mengakses akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali.
Sementara itu, masyarakat yang mengalami kendala atau membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan energi dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Dengan koordinasi lintas sektor, penguatan layanan distribusi, serta evaluasi berkala, Pertamina Patra Niaga berharap penyaluran Pertalite di Bali semakin lancar dan kondisi antrean di SPBU terus membaik.(ZID)






