FACEINDONESIA.CO.ID-PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Jakarta 1 mencatat pertumbuhan bisnis sekitar 22 persen hingga 2026, dengan laba mencapai sekitar Rp1,1 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya minat masyarakat terhadap emas melalui tabungan emas, pembiayaan dan berbagai layanan berbasis emas.
Dalam pemaparannya kepada sejumlah media, Pinwil Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Dede Kurniawan mengatakan, kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang turut mendorong pertumbuhan bisnis Pegadaian.
“Alhamdulillah, kinerja Pegadaian 2024, 2025 dan 2026 terus menunjukkan perkembangan yang baik. Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Dede.
Wilayah kerja Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 mencakup sejumlah area bisnis, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor hingga Bekasi dan wilayah sekitarnya. Saat ini, jumlah nasabah di wilayah tersebut mencapai sekitar 2,3 juta, terdiri dari nasabah pembiayaan dan pengguna produk tabungan emas.
Tak Hanya Bisnis Gadai
Pegadaian kini mengembangkan bisnisnya tidak hanya melalui layanan gadai. Perusahaan menyediakan berbagai produk, seperti tabungan emas, cicilan emas, pembiayaan modal kerja, pembiayaan kendaraan dengan jaminan BPKB, hingga pembiayaan kebutuhan ibadah haji dan umrah.
Untuk pembiayaan haji, Pegadaian menawarkan skema dengan jaminan emas yang dapat membantu masyarakat memperoleh porsi haji. Setelah memenuhi persyaratan, nasabah dapat memperoleh nomor porsi dan melakukan pembayaran secara bertahap.
Skema tersebut antara lain ditujukan bagi masyarakat usia produktif yang ingin mempersiapkan keberangkatan haji sejak dini.
Pegadaian juga memperkuat bisnis emas melalui Galeri 24 yang menyediakan berbagai pilihan emas batangan. Keberadaan Galeri 24 menjadi bagian dari pengembangan ekosistem emas Pegadaian, mulai dari pengolahan hingga perdagangan dan distribusi emas.
Perkuat Digitalisasi
Transformasi digital menjadi bagian penting dalam strategi Pegadaian. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi emas secara praktis, termasuk membeli dan menabung emas mulai dari nominal yang relatif terjangkau.
Saldo emas juga dapat dipantau secara digital sehingga nasabah tidak perlu menyimpan emas secara fisik di rumah. Pegadaian menyebut jumlah pengguna aplikasi tersebut telah mencapai sekitar 5,4 juta pengguna.
Aplikasi Pegadaian Digital juga terintegrasi dengan sejumlah ekosistem layanan perbankan sehingga akses masyarakat terhadap produk Pegadaian semakin luas.
Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian membangun ekosistem emas sekaligus memperluas inklusi keuangan.
Empat Pilar Ekosistem Emas
Dalam mengembangkan ekosistem emas, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 menjelaskan sejumlah layanan utama yang terus dikembangkan.
Pertama, tabungan emas yang memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan.
Kedua, layanan titip emas, termasuk penyimpanan emas bagi nasabah korporasi.
Ketiga, pinjaman modal kerja berbasis emas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di sektor perdagangan emas.
Keempat, perdagangan emas batangan melalui jaringan Galeri 24.
Pengembangan ekosistem tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat yang ingin menyimpan emas dengan kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan akses pembiayaan.
Perkuat Literasi Keuangan
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 juga memberikan perhatian terhadap literasi keuangan, khususnya bagi generasi muda.
Edukasi keuangan dilakukan secara rutin di kampus dan berbagai komunitas. Materinya mencakup perencanaan keuangan, investasi, pengelolaan utang serta risiko pinjaman online ilegal maupun pinjaman yang tidak sesuai kemampuan.
Pegadaian menyatakan kegiatan literasi keuangan tidak hanya dilakukan pada momentum Bulan Inklusi Keuangan, tetapi berlangsung sepanjang tahun.
“Kami tidak harus menunggu Oktober untuk melakukan literasi keuangan. Mulai Januari kami sudah masuk ke kampus-kampus untuk memberikan edukasi,” kata Ichvan Ramdhani, Deputi Bisnis Area Jatiwaringin.
Menurutnya, edukasi tersebut penting agar generasi muda memahami produk dan layanan keuangan sebelum memanfaatkannya.
Siapkan Pembiayaan untuk Masyarakat
Pegadaian juga menyediakan sejumlah produk pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.
Salah satunya Kreasi Peduli yang disebut dapat memberikan pinjaman hingga Rp2,5 juta dengan tenor 60 hari tanpa bunga. Nasabah hanya membayar biaya administrasi sesuai ketentuan dan menyerahkan barang jaminan.
Selain itu, terdapat skema pembiayaan mikro berbasis syariah tanpa agunan dengan plafon hingga Rp10 juta bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Dalam penyaluran pembiayaan, Pegadaian tetap melakukan verifikasi terhadap usaha, tempat tinggal serta riwayat pembiayaan calon nasabah.
Pegadaian juga memberikan fleksibilitas penyelesaian kewajiban bagi nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran, sesuai ketentuan produk dan kemampuan nasabah.
Bidik Penguatan Ekosistem Emas
Pegadaian menargetkan pengembangan bisnis emas tidak berhenti pada transaksi jual beli maupun gadai. Perusahaan ingin membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, investor dan institusi melalui berbagai produk berbasis emas.
Strategi tersebut sejalan dengan visi Pegadaian untuk menjadi pemimpin dalam ekosistem emas dan inklusi keuangan digital.
Pegadaian melihat masih terdapat potensi emas yang tersimpan di masyarakat dan belum masuk ke sistem keuangan formal. Karena itu, masyarakat didorong memanfaatkan emas secara lebih produktif melalui berbagai layanan yang tersedia.
Dengan kombinasi digitalisasi, diversifikasi produk, pembiayaan usaha dan edukasi keuangan, Pegadaian Jakarta 1 berharap pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Jajaran Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1:
– Dede Kurniawan – Pinwil Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1
– Ade Yayat – Deputi Bisnis Area Senen
– Ichvan Ramdhani – Deputi Bisnis Area Jatiwaringin
– Rahman Susilo – Deputi Bisnis Area Bogor
– A.V. Dedy Nugroho – Deputi Bisnis Area Kramatjati
– Kusnadi – Deputi Bisnis Area Bekasi (SAN)






