Komut Pertamina: Inovasi dan Empati Kunci Pelayanan Masyarakat

FACEINDONESIA.CO.ID-Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menegaskan inovasi, profesionalisme, dan empati harus menjadi dasar utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di sektor kesehatan maupun program pemberdayaan sosial.

Pesan tersebut disampaikan Iriawan saat menjalani rangkaian Management Walkthrough (MWT) di sejumlah unit operasional Pertamina di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Saat mengunjungi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Kamis (2/7), Iriawan menilai kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga keramahan, kepedulian, dan empati tenaga kesehatan kepada pasien.

Dalam kunjungan itu, ia meninjau berbagai fasilitas rumah sakit, mulai dari layanan Medical Check Up (MCU), Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, ruang rawat inap, poliklinik spesialis, laboratorium, hingga instalasi farmasi.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut mengapresiasi seluruh jajaran RS IHC Perkebunan Jember Klinik karena dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang profesional sekaligus humanis.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas lahir dari profesionalisme, dedikasi, dan ketulusan seluruh insan rumah sakit. Kepercayaan masyarakat harus terus dijaga,” ujar Iriawan.

Ia juga mendorong rumah sakit terus berinovasi, meningkatkan kompetensi SDM, serta mempertahankan budaya kerja yang mengedepankan keramahan dan empati agar kepercayaan publik semakin kuat.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Iriawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat.

Sehari sebelumnya, Rabu (1/7), Iriawan meninjau program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina di Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Ia melihat langsung pelaksanaan program Kalanganyar Circular Living Initiative (KANG ILING) yang dikembangkan Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda.

Program berbasis ekonomi sirkular tersebut mengolah limbah duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program itu juga membuka peluang usaha bagi perempuan eks buruh tambak, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar.

Hingga kini, program KANG ILING telah melibatkan 550 kepala keluarga dengan 79 anggota aktif, termasuk 42 perempuan mantan buruh tambak. Program tersebut juga berhasil mencatat omzet sekitar Rp788,4 juta dalam setahun.

Menurut Iriawan, KANG ILING menjadi bukti bahwa program CSR Pertamina mampu mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Ia berharap program tersebut terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas serta keberlanjutannya tetap terjaga demi mendukung kesejahteraan masyarakat.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *