FACEINDONESIA.CO.ID- Buku tidak selalu harus berupa bacaan serius dan penuh teks. Komik dapat menjadi media untuk mengenalkan pengetahuan sekaligus meningkatkan minat baca anak. Hal tersebut terlihat dalam komik Buah Ajaib karya Tuti Adhayati yang mengangkat biji pala melalui cerita, visual, serta informasi mengenai manfaat dan sejarahnya.
Komik Buah Ajaib dibahas dalam kegiatan Bedah Buku Seri “Balik Cerita” yang digelar Pusat Perbukuan, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (29/9).
Kepala Pusat Perbukuan Supriyatno mengatakan, kegiatan bedah buku menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi sekaligus memperkenalkan buku terbitan Pusat Perbukuan maupun karya penulis dan berbagai lembaga kepada masyarakat.
Penulis Buah Ajaib, Tuti Adhayati, mengatakan ide komik tersebut berawal dari ketertarikannya terhadap pala. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bentuk, manfaat, hingga berbagai kegunaan biji pala.
“Biji pala bukan cuma untuk membuat soto atau menjadi bumbu saja. Tetapi dapat diolah menjadi obat-obatan, parfum, dan banyak lagi,” kata Tuti.
Tuti kemudian melakukan riset mengenai manfaat, pengolahan, serta sejarah pala sebagai salah satu rempah Indonesia yang pernah memiliki nilai tinggi dan menarik perhatian dunia.
Ia memilih format komik agar informasi tentang pala dapat disampaikan kepada anak-anak dengan cara yang menarik. Gambar dan warna menjadi bagian penting agar buku tidak terasa membosankan.
Tuti menyasar pembaca jenjang sekolah dasar dengan menggunakan bahasa sederhana. Dalam alur cerita, ia memasukkan persoalan jamur yang berkaitan dengan pala. Informasi mengenai manfaat dan kandungan pala disampaikan melalui situasi yang dialami tokoh dalam komik.
Selain menjadi bahan bacaan, Buah Ajaib juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual oleh guru SMP Bosowa Bina Insani Bogor, Kharisma Prawesti Sri Utami. Menurut Kharisma, cerita mengenai biji pala dapat menjadi titik awal bagi siswa untuk menemukan masalah, mencari solusi, dan menghubungkannya dengan pembelajaran STEM.
Setelah membaca komik, siswa dapat mengidentifikasi persoalan yang muncul, seperti jamur pada biji pala, kemudian memikirkan solusi untuk mengatasinya. Pendekatan engineering dalam STEM pun dapat diterapkan melalui kegiatan merancang atau merekayasa solusi.
“Engineering bukan hanya berkaitan dengan mesin, namun desain atau rekayasa solusi yang dapat dilakukan sudah termasuk dalam pembelajaran engineering,” ujar Kharisma.
Konsep matematika juga dapat diterapkan melalui aktivitas sederhana, seperti menghitung ukuran rak pengering buah pala atau memperkirakan waktu pengeringan. Guru dapat memberikan lembar kerja yang berisi pertanyaan mengenai masalah dalam cerita dan solusi yang dapat dirancang siswa.
Menurut Kharisma, pembelajaran STEM tidak hanya berkaitan dengan IPA. Isi komik Buah Ajaib juga dapat dikaitkan dengan IPS, misalnya membahas pala sebagai komoditas ekspor serta peluang meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan produk.
Dengan pendekatan tersebut, komik Buah Ajaib tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi pemantik rasa ingin tahu siswa. Cerita tentang pala mendorong anak untuk membaca, menemukan masalah, bertanya, menghitung, merancang solusi, sekaligus mengenal potensi rempah Indonesia.(ZID)






