FACEINDONESIA.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kementerian Perhubungan, KSOP, Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan operator kapal terus mempercepat penanganan kepadatan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Langkah operasional terpadu dan rekayasa lalu lintas mulai menunjukkan hasil. Antrean kendaraan berangsur terurai dan layanan penyeberangan semakin terkendali.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan seluruh pihak bergerak cepat menjaga kelancaran konektivitas Jawa–Bali yang berperan penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
ASDP mengoperasikan 28–30 kapal setiap hari dengan optimalisasi Dermaga MB, LCM, Bulusan, dan ponton. Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat siklus pelayaran.
Pengaturan dermaga juga disesuaikan berdasarkan jenis kendaraan. Kendaraan pribadi diprioritaskan melalui Dermaga MB dan ponton, sedangkan kendaraan logistik dilayani melalui dermaga LCM untuk mempercepat proses bongkar muat.
Di sisi darat, kantong parkir Bulusan diaktifkan sebagai area penyangga guna mengurai antrean kendaraan logistik.
Kendaraan kecil dari arah selatan Banyuwangi juga dialihkan melalui Jalan Lingkar Ketapang.
ASDP mengimbau masyarakat membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan dan tetap memantau kondisi cuaca selama periode libur sekolah.
Program diskon tarif penyeberangan juga masih berlaku di sejumlah lintasan strategis, termasuk Ketapang–Gilimanuk.(BRA)






