FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendampingi 85 pengusaha UMKM terdampak bencana di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Program ini bertujuan memulihkan aktivitas usaha sekaligus memperkuat kemampuan wirausaha agar lebih tangguh dan berdaya saing.
Keterbatasan akses dan kondisi geografis menjadikan Siberut sebagai salah satu wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengembangan kewirausahaan. Untuk menjangkau wilayah tersebut, tim Kementerian UMKM menempuh perjalanan sekitar 11 hingga 14 jam.
Pendampingan dilaksanakan melalui kegiatan Perluasan Akses Pembiayaan Wirausaha Terdampak Bencana di Kepulauan Mentawai, Rabu (30/9). Program ini mencakup tiga bentuk dukungan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Sebanyak 32 pengusaha mendapat pendampingan untuk memperluas akses pembiayaan, 28 pengusaha memperoleh penguatan kapasitas dan pengelolaan usaha, sedangkan 25 pengusaha lainnya difasilitasi untuk memperluas akses pasar.
Perwakilan Kementerian UMKM, Adi Daen Fahmi, mengatakan pemulihan usaha tidak hanya berfokus pada pengaktifan kembali kegiatan ekonomi, tetapi juga peningkatan kemampuan wirausaha dalam menghadapi tantangan.
“Pemulihan tidak hanya tentang bagaimana usaha bisa kembali berjalan, tetapi juga bagaimana wirausaha menjadi lebih siap, adaptif, dan mampu mengembangkan usahanya,” ujar Adi.
Dalam program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan mengakses pembiayaan, pengembangan produk, digitalisasi usaha, strategi pemasaran, hingga pembangunan kemitraan. Kementerian UMKM juga bekerja sama dengan Bank Nagari dan lembaga inkubator untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Adi menambahkan, pendampingan diharapkan mampu menciptakan wirausaha yang tangguh, produktif, adaptif, dan berdaya saing.
Kementerian UMKM turut memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, inkubator, serta pemangku kepentingan lainnya. Dukungan layanan SAPA UMKM juga dihadirkan untuk mempermudah pelaku usaha memperoleh informasi dan mengakses layanan pengembangan usaha.
Melalui pendampingan berkelanjutan dan perluasan akses pembiayaan serta pasar, pemulihan UMKM di Siberut diharapkan tidak hanya mengembalikan kegiatan ekonomi pascabencana, tetapi juga mendorong usaha lokal tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan.(ZID)






