Kemendikdasmen Dorong Pola Makan Sehat Berbasis Pangan Lokal

FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Pangan Nasional memperkuat edukasi pangan dan gizi di lingkungan sekolah melalui peluncuran Panduan Pangan dan Gizi Berbasis Sumber Daya Lokal. Panduan ini ditujukan untuk membantu pendidik mengenalkan makanan bergizi dari potensi pangan daerah sekaligus membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

Melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemendikdasmen mendorong agar pendidikan pangan dan gizi menjadi bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, serta kesiapan murid dalam mengikuti kegiatan belajar.

Bacaan Lainnya

Kepala BKPDM, Toni Toharudin, mengatakan pemenuhan gizi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, proses pembelajaran yang baik perlu didukung kondisi fisik anak yang sehat agar mereka mampu berkonsentrasi dan berpartisipasi secara optimal.

“Guru dapat menyiapkan pembelajaran dengan sangat baik, tetapi anak juga membutuhkan kondisi tubuh yang memang mendukung agar bisa berkonsentrasi dan berpartisipasi secara optimal,” ujar Toni dalam kegiatan perilisan dan sosialisasi panduan di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (14/10).

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki beragam sumber pangan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan gizi, mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah-buahan. Kekayaan pangan tersebut perlu diperkenalkan kepada murid agar mereka memahami bahwa makanan bergizi dapat diperoleh dari bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Panduan pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal ini diharapkan membantu guru mengajak murid mengenali bahan pangan daerah, menyusun pilihan menu sehat, serta mempelajari cara memilih, mengolah, dan menyimpan makanan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan.

Pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan kontekstual dan menyenangkan sehingga murid lebih mudah memahami pentingnya makanan bergizi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Toni menambahkan, program tersebut sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan makan sehat dan bergizi. Pembentukan kebiasaan ini membutuhkan pemahaman, keteladanan, serta praktik yang dilakukan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Menurutnya, sekolah dapat mendukung kebiasaan tersebut dengan menyediakan pilihan makanan sehat dan aman di kantin. Sementara itu, keterlibatan orang tua diperlukan untuk memperkuat penerapan pola makan bergizi dalam kehidupan keluarga.

“Keberhasilan pemanfaatan panduan ini nanti akan terlihat ketika anak-anak kita semakin memahami pilihan dari makanan yang sehat, kemudian sekolah semakin mendukung kebiasaan makan bergizi dan juga keluarga ikut memperkuat pembiasaan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa penyusunan panduan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui literasi pangan dan gizi berbasis potensi lokal.

Ia menilai kebiasaan makan terbentuk sejak masa kanak-kanak. Karena itu, edukasi pangan dan gizi perlu diberikan sejak dini agar anak terbiasa mengenali dan mengonsumsi makanan bergizi, serta mempertahankan kebiasaan tersebut hingga dewasa.

Andriko berharap panduan ini dapat menjadi acuan bagi satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan pangan dan gizi ke dalam pembelajaran serta pembiasaan di lingkungan sekolah.

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen bersama Badan Pangan Nasional berencana menyusun modul pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Modul tersebut diharapkan memudahkan guru menerapkan panduan pangan dan gizi sesuai kebutuhan peserta didik pada setiap jenjang.

Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman murid, pendidik, dan orang tua mengenai pentingnya pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, edukasi berbasis pangan lokal diharapkan mendorong terbentuknya pola makan sehat di sekolah dan keluarga.

Melalui upaya tersebut, Kemendikdasmen berkomitmen mendukung pendidikan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat agar murid dapat tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya secara optimal.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *