FACEINDONESIA.CO.ID-PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) meraih penghargaan Special Award: Profit Growth Excellence for Insurance Company dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026. Penghargaan ini diberikan atas pencapaian pertumbuhan laba tertinggi di antara perusahaan asuransi dengan aset di atas Rp3 triliun.
Pencapaian tersebut didukung kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, Askrindo membukukan laba setelah pajak konsolidasian sebesar Rp1,69 triliun dengan total aset mencapai Rp31 triliun.
Askrindo merupakan anggota holding BUMN asuransi dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) serta bagian dari Danantara.
Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan, menerapkan manajemen risiko, serta mempertahankan kualitas portofolio bisnis.
Menurutnya, keberhasilan ini juga merupakan hasil kerja keras seluruh insan Askrindo dalam mendukung pertumbuhan perusahaan dan pembangunan ekonomi nasional.
“Penghargaan Profit Growth Excellence ini adalah hasil dari konsistensi Askrindo dalam menerapkan strategi bisnis yang prudent serta penguatan tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip Governance, Risk & Compliance (GRC),” ujar Mahelan dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, Askrindo akan terus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Mahelan menambahkan, perusahaan juga terus memperkuat penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC) melalui penurunan profil risiko dan peningkatan kesadaran risiko (risk awareness) secara disiplin di seluruh lini organisasi.
Dari sisi operasional keuangan, sepanjang 2025 Askrindo mencatat pendapatan penjaminan entitas induk sebesar Rp3,30 triliun, dengan beban penjaminan mencapai Rp1,90 triliun.
Selain menjaga pertumbuhan bisnis, perusahaan turut mempercepat transformasi digital dan meningkatkan tata kelola risiko. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 untuk mendukung transparansi pelaporan keuangan dan penyelarasan dengan praktik terbaik global.
“Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global,” kata Mahelan.
Melalui penghargaan BIFA 2026, Askrindo optimistis dapat memperluas kolaborasi strategis dengan mitra perbankan, perusahaan, serta berbagai instansi terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi perusahaan terhadap perekonomian Indonesia, terutama melalui dukungan terhadap sektor UMKM.
Di tengah upaya memperkuat bisnis, Askrindo juga mendukung program streamlining atau penataan industri asuransi yang dicanangkan pemerintah.
Mahelan memastikan proses penataan tersebut akan dijalankan tanpa mengganggu operasional perusahaan. Seluruh lini bisnis, kata dia, akan tetap berjalan optimal dengan menjaga kualitas layanan serta komitmen kepada mitra dan para pemangku kepentingan.
Penghargaan ini menjadi dorongan bagi Askrindo untuk mempertahankan kinerja keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan, dan menjalankan strategi bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika industri asuransi nasional.(ZID)






