Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Agregator Produk Desa

FACEINDONESIA.CO.ID-Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama dengan Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia (UKKM) untuk memperkuat tata kelola dan kapasitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong koperasi menjadi agregator produk unggulan desa sekaligus memperluas akses pasar bagi petani, perajin, dan pelaku usaha lokal.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan perwakilan UKKM, Mohd Ali bin Mansor, dalam pertemuan di Kantor Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kalisari, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Bacaan Lainnya

Yandri mengatakan, pengembangan KDMP menjadi salah satu prioritas pemerintah yang kini memasuki tahap operasionalisasi. Dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan pengembangan koperasi dari luar negeri, dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi di tingkat desa.

“Saat ini prosesnya baru sampai tahap operasionalisasi,” kata Yandri dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (14/10/2026).

Menurut Yandri, KDMP dirancang untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok bersubsidi, seperti elpiji, beras, minyak goreng, dan pupuk. Karena itu, fungsi utama koperasi harus tetap berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, KDMP juga memiliki peluang mengembangkan unit usaha lain sesuai potensi dan kebutuhan setiap wilayah. Dengan begitu, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal.

Dalam pertemuan tersebut, UKKM memaparkan praktik terbaik pengelolaan koperasi modern, mulai dari standardisasi tata kelola, manajemen mutu, hingga pengembangan jejaring usaha.

Penguatan kelembagaan menjadi salah satu aspek penting agar koperasi mampu beroperasi secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital serta perluasan kemitraan lintas negara juga berpotensi meningkatkan daya saing koperasi dalam menghadapi perkembangan pasar.

Sebelumnya, UKKM telah terlibat dalam inisiasi kerja sama pada 4–5 Februari 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat. Inisiatif tersebut berkaitan dengan pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Go Digital dan Global melalui penguatan tata kelola, pencitraan merek (branding), serta perluasan jejaring koperasi lintas negara.

Yandri menegaskan, Kemendes PDT terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi untuk mempercepat pembangunan desa. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Selain membahas pengembangan koperasi, Yandri mengapresiasi UKKM yang menerima mahasiswa asal Palestina melalui skema kerja sama antarpemerintah (Government to Government atau G-to-G).

Ia juga berharap UKKM membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut. Pertukaran mahasiswa diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman, khususnya di bidang kewirausahaan dan pengelolaan koperasi.

Yandri menilai, penjajakan kerja sama dengan UKKM sejalan dengan kebutuhan penguatan pembangunan di 75.266 desa di Indonesia. Rencana kolaborasi tersebut selanjutnya akan dibahas untuk menentukan bentuk program dan mekanisme pelaksanaannya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, mendorong KDMP menghimpun produk petani dan perajin agar lebih mudah menembus pasar yang lebih luas, termasuk industri.

Menurut Samsul, koperasi dapat memainkan peran strategis sebagai agregator yang mengonsolidasikan produk dari berbagai produsen. Dengan pengelolaan yang terarah, produk lokal berpeluang dipasarkan secara lebih efektif dan memiliki daya tawar yang lebih baik.

“Kami berharap nanti koperasi bisa menjadi agregator,” kata Samsul.

Melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, dan kemitraan usaha, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang mampu menghubungkan produsen lokal dengan pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *