FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai aset operasional perusahaan.
Hingga saat ini, KAI telah mengoperasikan 113 unit PLTS di 92 lokasi dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kWp atau sekitar 4,43 MWp. Kapasitas tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik per tahun berdasarkan estimasi produksi PLTS di Indonesia.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan PLTS merupakan bagian dari inovasi perusahaan dalam mendukung efisiensi energi dan operasional transportasi berbasis rel.
“Kereta api membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal agar perjalanan masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan optimal. Pengelolaan energi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional perkeretaapian,” ujar Anne.
Pengembangan PLTS KAI dilakukan secara bertahap sejak 2022. Kapasitas terpasang awalnya sebesar 206 kWp, kemudian meningkat menjadi 1.314,30 kWp pada 2023, 1.914,20 kWp pada 2024, dan bertambah 996,15 kWp pada 2025. Pada 2026, KAI juga menyiapkan tambahan kapasitas sebesar 500 kWp.
PLTS tersebut dimanfaatkan pada berbagai aset perusahaan, antara lain stasiun, balai yasa, kantor, depo, griya karya, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dari 92 lokasi, PLTS telah diterapkan di 62 stasiun dengan kapasitas 1.759,90 kWp dan 10 balai yasa dengan kapasitas 1.786,50 kWp, sementara kapasitas lainnya tersebar di berbagai fasilitas operasional KAI.
Anne menjelaskan, kebutuhan energi dalam sektor transportasi berlangsung secara berkelanjutan sehingga pengelolaan energi menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas operasional dan optimalisasi aset perusahaan.
“Melalui pemanfaatan energi terbarukan, KAI terus mengoptimalkan pengelolaan aset agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional,” katanya.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, penggunaan listrik dari solar panel menjadi salah satu indikator kinerja energi perusahaan. KAI juga terus memperluas pemanfaatan PLTS sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan.
Pengembangan energi surya tersebut sekaligus mendukung langkah KAI menuju operasional transportasi yang lebih rendah karbon. Perusahaan berkomitmen terus mengevaluasi berbagai inovasi dalam pengelolaan energi dan aset untuk menghadirkan layanan transportasi yang efisien, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(ZID)





