FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama meluncurkan gerakan Wakaf Rohis Indonesia sebagai upaya memperkuat literasi wakaf di kalangan pelajar. Rilis gerakan ini bersamaan dengan pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Kamis (5/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem Wakaf Pendidikan Indonesia yang ditujukan untuk mendorong kontribusi generasi muda dalam pembangunan sektor pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, wakaf tidak lagi dipahami sebatas praktik keagamaan tradisional, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan pendidikan. “Kami ingin memperkenalkan wakaf sejak dini kepada para pelajar, sehingga mereka memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat,” kata Kamaruddin.
Menurutnya, keterlibatan aktivis Rohis dalam gerakan wakaf diharapkan dapat membangun budaya filantropi di kalangan generasi muda.
Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama M. Munir menambahkan bahwa program ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para pelajar. “Melalui Wakaf Rohis Indonesia, kami ingin menumbuhkan kepedulian sosial serta tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan pendidikan,” ujarnya.
Selain peluncuran program wakaf, kegiatan Pesantren Ramadan juga diisi dengan aksi penanaman pohon sebagai bagian dari penguatan program ekoteologi, yakni kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan.
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia berlangsung pada 4–7 Maret 2026 dengan berbagai kegiatan pembinaan, termasuk kajian keislaman, penguatan moderasi beragama, serta literasi ekonomi syariah bagi pelajar. (San)





