FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama mengajak aktivis Rohani Islam (Rohis) dari berbagai daerah di Indonesia untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi penanaman pohon di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.
Turut hadir, utusan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia Kiai Haji Anas Nasihuddin, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah Kiai Haji Ahmad Darodji, pimpinan dan pengelola MAJT, pimpinan perguruan tinggi, serta berbagai mitra lembaga yang mendukung pembinaan Rohis di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai spiritual dalam ajaran agama. “Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam. Menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan ibadah kita sebagai manusia,” ujar Kamaruddin.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan penanaman pohon ini, Kementerian Agama ingin menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda, khususnya para aktivis Rohis.
“Para aktivis Rohis diharapkan menjadi teladan di sekolah masing-masing, tidak hanya dalam ibadah dan prestasi akademik, tetapi juga dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama M. Munir menjelaskan bahwa aksi penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama.
Menurutnya, program ini mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran menjaga kelestarian alam.
“Kami ingin menanamkan kepada para pelajar bahwa merawat bumi adalah bagian dari pengamalan ajaran agama. Karena itu dalam Pesantren Ramadan Rohis Indonesia ini kami menghadirkan kegiatan nyata berupa penanaman pohon di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah,” ujar Munir.
Ia menambahkan kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan bibit pohon untuk ditanam di kawasan MAJT.
“Gerakan ini tidak berhenti di sini. Kami berharap para aktivis Rohis dapat melanjutkannya di sekolah masing-masing sehingga semangat ekoteologi dapat berkembang di lingkungan pendidikan,” katanya.
Sementara itu, pengelola Masjid Agung Jawa Tengah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi penanaman pohon di kawasan masjid memiliki makna simbolik sekaligus edukatif bagi generasi muda.
“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap Masjid Agung Jawa Tengah dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari nilai keislaman,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia dapat membawa semangat kepedulian lingkungan tersebut ke daerah masing-masing.
“Jika para aktivis Rohis ini pulang dengan membawa semangat menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan mengajak teman-temannya mencintai alam, maka dampaknya akan sangat besar bagi masa depan lingkungan kita,” tambahnya.
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 berlangsung pada 4–7 Maret 2026 dan diikuti 178 perwakilan aktivis Rohis dari berbagai provinsi di Indonesia. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda pembinaan, seperti kajian keislaman, penguatan moderasi beragama, literasi ekonomi syariah, serta penguatan kepemimpinan pelajar.
Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Wakaf Rohis Indonesia sebagai bagian dari pengembangan ekosistem wakaf pendidikan nasional. (San)





