KAI Tata Perlintasan Sebidang, 748 Petugas Ikuti Sertifikasi

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat melalui penataan perlintasan sebidang. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi petugas, penyediaan fasilitas keselamatan, serta kolaborasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara operator, regulator, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Perlintasan sebidang merupakan bagian dari perjalanan kereta api yang membutuhkan perhatian bersama. KAI terus menjalankan perannya untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel,” ujar Anne.

Salah satu langkah yang dilakukan KAI adalah memastikan kesiapan petugas penjaga perlintasan sebidang (PJL). Pada 2026, sebanyak 748 petugas PJL mengikuti program sertifikasi melalui enam tempat uji kompetensi yang tersebar di 13 area.

Sertifikasi tersebut memberikan pengakuan kompetensi kepada petugas sesuai standar yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi pengamanan perlintasan sebidang.

Selain meningkatkan kompetensi petugas, KAI juga memperkuat fasilitas keselamatan di sejumlah lokasi prioritas. Berdasarkan data per 8 September 2026, pembangunan gardu Juru Periksa Lintasan (JPL) telah mencapai 166 lokasi dari total 190 lokasi prioritas, atau sekitar 87,37 persen.

Gardu JPL tersebut mendukung petugas dalam menjalankan tugas pengamanan perjalanan kereta api pada titik-titik yang telah ditetapkan sebagai prioritas.

Penataan perlintasan sebidang juga dilakukan melalui kolaborasi bersama berbagai stakeholder. Sejak 2021 hingga April 2026, sebanyak 1.329 perlintasan liar telah ditutup di berbagai wilayah operasional KAI.

Anne menjelaskan, penataan perlintasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan keselamatan, serta koordinasi antarinstansi.

“KAI terus melakukan upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian melalui langkah-langkah yang menjadi bagian dari peran perusahaan. Kolaborasi bersama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” kata Anne.

Melalui peningkatan kompetensi petugas, pembangunan fasilitas keselamatan, serta penataan perlintasan sebidang bersama stakeholder, KAI terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api sekaligus masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *